Halaman

Waktu menunjukkan

Pencarian

Rabu, 02 Juni 2010

Kiaracondong Sore Ini

Depan kantor, arah ke Soekarno-Hatta, lumayan macet. Sebenernya nggak sampe macet total dan nggak gerak. Masih bisa jalan sih, tapi yang pasti lama bener. Dan bikin stress tentunya.Udah yang lewat banyak, jalannya bisa dipakai urban cross country, ditambah di dekat perempatan Kiaracondong - Soekarno Hatta sedang ada perbaikan jalan. Macet deh tiap sore .....

Beruntunglah diriku pakai si kuning. Semacet apapun, masih bisa diajak pencilakan. Masih bisa lebih cepat lah daripada naik motor. Soalnya si kuning bisa dibawa pethakilan hajar gundukan dan lobang. Yang jelas bebas macet pakai si kuning, tergantung mau nakal apa nggak.

Kalau lagi nggak pengen nakal, paling ikutan pelan-pelan aja, kalau nggak ya dituntun. Lebihnya ya hajar tiap lubang dengan kecepatan lumayan tinggi (ndak pake kejlungup tentunya), naik-turun trotoar, nyelap-nyelip. Nah kalau pengen nakal banget ya angkat sepeda, trus contra flow di sisi luar/pinggir jalan deh (semoga ndak senakal ini). Yang jelas, puas bisa melaju sementara yang lain tertahan di kemacetan.

MTB Rocks!!!!

Selasa, 25 Mei 2010

SMS Spam

Asli, ini sudah kesekian kalinya terima sms spam kaya gini. Kalau 10 kali kayaknya ada. Mbok yao kalo operator seluler mau kirim sms promo, ndak perlu selusin per hari. Urusan saya bukan cuma hapusin sms sampah kaya gini.

Baiknya tiap operator kulonuwun dulu sebelum ngirim sms spam kaya gini. Yang bersangkutan mau ndak terima sampah kaya gini tiap hari. Kalo sekali udah nggak mau terima, ya jangan dikirimi terus.

yang lagi sebel sama operator GSM tukang kirim spam

Senin, 17 Mei 2010

Roel Dijkstra

Ketika saya cerita tentang Tanguy et Laverdure, seorang teman mengingatkanku kembali pada seorang tokoh komik Roel Dijkstra. Meski saya tidak suka dengan sepak bola, tapi pemain sepak bola ini berhasil mencuri perhatianku dengan berbagai petualangannya, yang tentu saja tidak jauh dari lapangan bola.

Ada yang bilang, komik ini pernah diterbitkan oleh Gramedia, tapi sayangnya aku tidak mengetahuinya. Aku kenal Dijkstra dari komik strip di majalah Hai akhir dekade 80-an. Dan itupun aku hanya mengenal beberapa halaman saja, belum sampai satu cerita utuh. Beberapa judul yang masih aku ingat antara lain, "Kericuhan di Korsika" dan "Pak Marsekal"

Kira-kira, komik ini akan diterbitkan kembali nggak yah
Gambar dari sini 

Senin, 10 Mei 2010

My God is an ATC

Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 
Mazmur 23:3b

Ketika membaca berbagai tulisan tentang dunia penerbangan, ada satu pekerjaan yang menarik bagiku. ATC, ya Air Traffic Controller, alias PLLU, Pengatur Lalu Lintas Udara. Bagaimana dia memandu seluruh pesawat yang lalu-lalang di wilayah kekuasaannya. Semua yang melintas di wilayahnya, tidak akan lepas dari pantauannya. 

Ya, seperti itulah Tuhan. Ia memberikan clearance sebelum aku take off. Ia menuntunku harus terbang di FL berapa. Ketika cuaca buruk pun, Ia membimbingku untuk terbang dengan aman. Ketika akan mendarat, Ia akan selalu memanduku.

ATC hanya memberikan petunjuk terbang dengan course dan ketinggian yang aman. Begitu juga dengan ATC-ku. Ia menuntunku ke jalan yang benar. Have a nice flight ....

Sabtu, 08 Mei 2010

Pekerjaan Utama

Di sela-sela mempersiapkan diri buat ujian ilmu kanuragan yang akan diselenggarakan di hari Minggu Pahing 09 Mei 2010, aku menyempatkan diri nonton tv sejenak. Entah apa acara yang aku tonton, ternyata ada acara omong kosong (maksudnya ngomongin hal-hal yang nggak penting) yang dipandu oleh seorang anggota dewan yang masih aktif. Soal siapa anggota dewan yang memandu, you know who lah ....

Pikiran isengku berlanjut. Apakah pejabat negara boleh memiliki usaha sampingan? Apakah tidak timbul konflik kepentingan? Lha kalau kasus ini bagaimana, ini badut merangkap anggota dewan, apa anggota dewan merangkap badut? Anggota dewan badut, apa badut anggota dewan?

Kalau memang kegiatan anggota dewan yang (katanya) terhormat bisa disambi mbadut, gimana nasib rakyat yang (masih katanya) diwakilinya? Bisa jadi acara mewakilinya ndak lebih dari sebuah pementasan ludruk. Mungkin anggota dewan yang satu ini berdalih, ini masih berkaitan dengan pekerjaannya, yang mengurusi hal-hal perbadutan di negeri ini. Kalau minta badan kehormatan untuk menertibkan mereka yang ngarit sambil mbadut, kayaknya ndak mungkin, mengingat track record mereka juga nggak kalah mbadutnya.

Sebagai wong cilik (asli, wong cilik beneran, ndak ada afiliasi sama partai yang katanya mbela wong cilik itu, sumpah) saya cuma bisa nonton badutnya manggung aja. Lha wong asline badut kok, nek badutnya ndak lucu, malah jadi lucu. Wis ndak usah dipikirin badut yang satu ini. Ngapain kita pusing mikirin badut, lha badutnya aja ndak mikirin kita kok.

Cheers
(terus, apa maksude tulisan iki???)

Jumat, 07 Mei 2010

Arti Penting KRL

Pas kemaren denger kabar kalau terjadi anjlokan di Manggarai yang mengakibatkan ditutupnya lintas Manggarai - Pasar Minggu, awalnya cuma berharap, itu bisa diatasi sebelum peak hour sore hari. Ternyata, perkiraan itu meleset, meski tim evakuasi sudah bekerja maksimal.Akibatnya, pengguna KRL yang biasa menggunakan koridor Jakarta - Bogor, terpaksa mengambil alternatif lain.

Menurut teman-teman yang menjadi "korban" pembatalan lintas Bogor, mereka harus naik bus, taksi, atau nebeng teman. Kalaupun memaksakan diri naik kereta, mereka harus menuju stasiun Pasar Minggu terlebih dahulu, setelah menembus serangkaian kemacetan terlebih dahulu.

Ya, beginilah kondisi perkeretaapian kita. Ketika ada perjalanan yang dibatalkan, semua pasti jadi kalang kabut. Bisa dibilang, KRL telah menjadi alat transportasi utama di Jabodetabek. Sayangnya belum banyak pihak memperhatikan hal ini. Mungkin baru diperhatikan kalau KRL mengalami gangguan, karena itu akan menambah kusutnya jalanan, karena penumpang KRL harus turun ke jalan, mencari alat transportasi alternatif.
 
Apakah sedemikian kurangnya perhatian pada transportasi jenis ini? Perlu lumpuh berapa kali lagi agar semua pihak menganggap penting KRL? Mungkin harus menunggu sampai Jakarta lumpuh total ... siapa tahu.

Sabtu, 01 Mei 2010

Aku dan (Argo) Parahyangan #4

Hari ini, untuk pertama kalinya aku mencoba Argo Parahyangan. Karena menggunakan nama dan stamformasi baru, berasa agak aneh pada awalnya. Yang biasanya naik KA 63 Parahyangan, sekarang harus membiasakan diri dengan KA 19L Argo Parahyangan.

KA 19L dengan stamformasi 2K2, M1, 4K1 dan BP telah tersedia di jalur 5. Kembali aku harus membiasakan diri dengan hal baru ini. Biasanya, tersedia di jalur 5 dengan stamformasi 4K2, KMP2, dan 2K1. Entah, pada hari ini ditarik lokomotif apa, tidak telalu memperhatikan.

Tidak seperti sebelumnya yang selalu duduk di K2-4, kali ini aku duduk sesuai tempat duduk yang tertera di tiket, di K2-1. Dulu aku bisa memilih tempat duduk sesukaku, karena biasanya K2-4 ini lebih banyak lowongnya, dan baru ramai ketika memasuki stasiun Purwakarta. Dan nampaknya dari 2 kereta bisnis yang disediakan, hampir terisi semuanya.

Lepas Maswati, aku beralih ke kereta makan untuk sarapan. Nasi goreng dan segelas teh manis menjadi menu pagi ini. Sambil menunggu sarapan tersedia, aku ngobrol sebentar dengan KP tentang okupansi kereta ini. Ternyata, di 4 K1 yang tersedia, hanya terisi sedikit, agak berbeda dengan 2 K2 yang disediakan, lumayan penuh. Aku cuma berpikir, mungkin saja ini keberangkatan paling pagi, yang seperti biasa cenderung sepi.

Di Stasiun Purwakarta, KA 19L menaikkan penumpang. Yang aku lihat ternyata penumpang yang naik tidak sebanyak yang dilayani KA 63. Semoga saja ini bukan pertanda buruk, kalau KA Argo Parahyangan tidak telalu banyak peminatnya. Meski demikian, di K2 hampir semua tempat duduk terisi.

Tak lama kemudian, KA 19L diberangkatkan dari Purwakarta. Aku memilih tidak kembali ke tempat dudukku. Aku lebih memilih di bordes. Aku merasa lebih nyaman saja berada di sana, sambil memainkan Nokia 5730 XpressMusic, menumpahkan apa yang ada di kepalaku.

Sepanjang perjalanan, hanya ada satu harapan besar. Semoga KA Argo Parahyangan, yang dianggap dapat dikatakan hasil kawin campur KA Argo Gede dengan KA Parahyangan dapat dipertahankan bertahan. Semoga saja dapat bertahan dan menjadi legenda baru di koridor Bandung - Jakarta.

K2-1, KA 19L, Purwakarta - Sadang

Jumat, 30 April 2010

Tanguy et Laverdure

Setelah kemunculan kembali Tintin dua tahun yang lalu, komik Eropa pun kembali diterbitkan. Judul-judul seperti Agen Polisi 212, Smurf, Lucky Luke, dan Michel Vaillant mulai terpajang di rak toko buku. Meski demikian, aku masih menunggu kelahiran kembali Tanguy dan Laverdure.

Ya, bagiku ini komik yang benar-benar hebat. Michel Tanguy dan Ernest Laverdure dari Skadron Bangau Putih angkatan udara Perancis pernah membawaku bermimpi menjadi seorang pilot Angkatan Udara. Mirage III yang mereka bawa terasa gagah bagiku pada saat itu. Tapi mimpi tinggal mimpi, karena nasib berkata lain ... hehehe.

Sebenernya, komik ini cuma dulu pernah punya 1 album aja, Komplotan Pembunuh Presiden. Tapi sekarang entah kemana komiknya. Nyesel juga sih sekarang kok bisa nggak tentu rimbanya. Boleh dibilang, komik ini sama kerennya dengan Tintin, tapi kenapa kok kalah pamor sama Tintin. Dulu pernah sih lihat Tanguy et Laverdure di Gramedia Malioboro Mall. Pengen beli, tapi ga punya duit. Sekarang udah bisa cari duit sendiri, malah komiknya menghilang .... Nasib ... nasib ....

Semoga saja Skadron Bangau Putih mengudara kembali ....

Kamis, 29 April 2010

Wonderful Day

"Today, I will walk
with my hand, in God
Today, i will trust in Him
and not be afraid

For He will, will be there
For He will, will be there
Every moment to share
On this wonderful day, He has made"

Orang bilang, lagu ini sering dipakai buat acara sakramen pernikahan di gereja. Nggak tau sih alasanya apa kok sering banget dipakai buat kawinan. Buatku sih lagu ini bagus aja, seneng aja dengernya. Dulu, pertama kali denger di RPKFM, sebagai filler acara renungan harian RBC Indonesia.

Tiap kali dengerin lagu ini berasa damai aja. Berasa gak pernah ditinggalin sendirian. Selalu ada Tuhan yang bersamaku. Seperti kata Daud dalam Mazmurnya, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Have a Wonderful day, God Bless You

Selasa, 27 April 2010

That's What A Friends Are For

Nggak berasa, udah hampir 4 tahun tinggal di kota ini, banyak hal yang aku rasakan. Dari semula tidak mengenal siapa-siapa di kota ini, menemukan teman yang baru, hingga sekarang ini, kembali menjadi bukan siapa-siapa. Menjadi orang yang tidak dikenal di tengah keramaian.

Yah, memang kata orang, teman itu datang dan pergi. Seiring jaman, makin tua tu temennya makin sedikit (jadi berasa tua ... hehehe). Ya jangan protes, kalo sekarang jadi kesepian, nggak ada temannya. Lha sekarang semua sudah ribet dengan urusannya masing-masing. Buat jalan berdua aja ngatur jadwalnya setengah hidup, apalagi ngumpulin beberapa orang sekaligus.

Kalau dibilang menyesal jadi sendirian, nggak juga sih ... masih banyak online buddy yang bisa diajak nyampah dan ngobrol nggak jelas. Yang jelas seperti apa keadaannya, aku masih punya teman di sana, dan nggak pernah merasa kesepian. Hidup harus terus berjalan .....

Untitled #3

Nggak kerasa, dah setahun ini yah kita saling diam. Sering aku lihat dirimu online di YM, tapi aku nggak pernah samperin duluan. Ya, kita sudah punya dunia sendiri-sendiri. Makanya aku tidak mau mengganggumu.

Ketika kau kemarin datang lagi, aku ga peduli. Dibilang kejam, ya beginilah diriku. Terlalu malas bagiku untuk membuka kembali hubungan diplomatik. Aku tidak mau terjadi lagi hal-hal yang tidak aku inginkan, lebih baik membekukan hubungan diplomatik untuk beberapa waktu ke depan. Terserah, kalau kau bilang aku telah membuatmu merasa kesepian.

Merasa bersalah dan minta maaf karena sudah memanfaatkanku? Tak perlu ... semuanya sudah terjadi. Mungkin sekarang kita jadi tidak saling mengenal. Yah, mungkin ini yang terbaik buat saat ini. Hidup di dunia yang berbeda. Bagiku terasa lebih damai, entah buat dirimu ....

Selasa, 13 April 2010

Aku dan Parahyangan #3

Akhirnya terjawab sudah semua pertanyaan yang ada. Dan apa yang aku takutkan benar-benar terjadi. Melalui SK Direksi No Kep.U/LL.207IV/I/KA-2010, per tanggal 27 April 2010, SEMUA perjalanan KA Parahyangan dibatalkan.

Ya, perjalanan dengan KA 63 tanggal 10 April 2010 ternyata menjadi perjalanan terakhir dengan KA ini. Perasaan galau, sedih, kecewa, marah campur jadi satu. Pikiran waras saya cuma bisa bilang, opo kuwi sepure mbahmu? Kok ditutup njuk kowe nesu.

Mungkin terlalu emosional menyikapi hal ini. Tapi ini benar adanya. Lebih dari tiga puluh tahun KA ini melayani koridor Jakarta - Bandung, dan akhirnya ditutup. Tentu banyak kenangan manis yang terukir bersama kereta ini.

Buatku, memang punya arti tersendiri, terutama keberangkatan jam 0500 dari Bandung. Dengan tewasnya Parahyangan, berarti hilang 1 jam yang berharga, karena harus menggunakan Argo Gede jam 0600. Kemungkinan untuk bisa dapat tiket go show, semakin kecil pula.

Pastinya bukan diriku saja yang merasa kehilangan. Banyak suara-suara yang tidak terdengar yang ingin mempertahankan KA ini. Yah apa boleh buat ... semua telah terjadi.

Parahyangan boleh berhenti beroperasi, tapi kenangan bersama KA ini tetap ada di hati ....

Senin, 12 April 2010

Aku dan Parahyangan #2

Huff ... sebenernya nggak mau nulis dulu. Tapi kenapa sinyalemen dihapuskannya si legenda daop 2 ini semakin menguat. Dan nampaknya Parahyangan segera menemui ajalnya di akhir bulan ini.

Mungkin bukan cuma diriku yang punya kenangan indah dengan kereta ini. Gak tau harus ngomong apa lagi kalau kereta ini dihapus. Bisa jadi dianggap berlebihan kalau aku bilang kereta ini sangat berarti buatku. Memang bukan bolak balik dengan Parahyangan, tapi cuma Parahyangan jam 0500, karena baliknya pakai Argo Gede jam 1945.

Aku yakin, banyak yang merasa kecewa dengan rencana dihapusnya Parahyangan. Banyak yang punya kenangan indah dengan kereta ini, termasuk diriku. Banyak yang berkeluh kesah soal rumor ini, baik di twitter, facebook maupun media lainnya.

Yah, buatku Parahyangan bukan sekedar kereta biasa, tapi kereta penuh kenangan, meski baru belasan kali naik kereta ini .... Semoga Parahyangan dapat terus menjadi legenda hidup perkeretaapian Indonesia. Kalaupun nanti Parahyangan akan dimatikan, tetapi kenangannya tetap hidup di hati penumpang setianya .....

Sabtu, 10 April 2010

Aku dan Parahyangan

Bisa jadi ini untuk terakhir kalinya diriku menggunakan jasa KA Parahyangan. Ya, apabila rumor itu benar, tapi aku berharap itu tidak akan terjadi. Menurut kabar yang beredar, bersamaan dengan dioperasikannya kereta api relasi Bandung - Malang, rangkaian Parahyangan akan dihapuskan.

Memang isu yang beredar serba simpang siur. Ada yang bilang dihapus total, dikurangi jam perjalanannya, bahkan ada yang bilang kalau rangkaian Parahyangan akan jadi rangkaian eksekutif.

Secara pribadi, aku keberatan dengan dihapuskannya KA Parahyangan. Selain sudah rutin menggunakan jasa KA ini, paling tidak setahun belakangan, bagiku KA ini sudah menjadi legenda di Bandung.

Memang, dulu KA ini sempat merajai koridor Bandung - Jakarta. Pamornya sempat meredup setelah beroperasinya jalan tol Cipularang. Terlebih lagi adanya gangguan longsor di petak Sukatani - Ciganea - Purwakarta. Meski demikian, Parahyangan tetap memiliki pelanggan setia.

Andai Parahyangan dihapus total, pasti banyak yang merasa kehilangan. Terlalu sayang untuk dihapuskan. Terlalu banyak kenangan dengan kereta ini. Semoga para pengambil kebijakan tidak serta merta menghapuskan kereta ini. Biarlah kereta ini menjadi legenda hidup di Daop 2.

@KA 63, Cikadongdong - Cisomang, 100410, 0600

Minggu, 28 Maret 2010

Sepi dalam Keramaian

Menikmati pagi yang cerah dalam kesendirian, cuma ditemani Nokia 5730 XpressMusic di 6° 49’ 20” S, 107° 41’ 7” E. Sebenarnya banyak orang di sini,tapi entah kenapa lebih menikmati kesendirian. Daripada harus ikut meramaikan suasana tapi tidak berasa nyaman, lebih baik menikmati kesunyian yang ada.

Selalu sepi dalam keramaian. Mencoba menikmati keramaian dengan cara yang berbeda, berdiam di sudut rumah.

tulisan yang gak penting banget yah ...

Middle of nowhere