Halaman

Waktu menunjukkan

Pencarian

Rabu, 08 Desember 2010

Gunakan Lampu Depan

Pernahkah terpikir kalau lampu depan sepeda itu penting? Mungkin anda berpendapat tidak perlu memasang lampu depan sepeda, toh masih ada bantuan dari lampu penerangan jalan umum, atau cahaya dari kendaraan di belakang anda. Yakin dengan pendapat anda? Atau pengalaman saya ini dapat mengubah cara pikir anda?

Awalnya, 081210, hari yang biasa saja, tidak ada istimewanya. Pulang dengan sepeda di tengah guyuran hujan lebat yang melanda Bandung beberapa hari belakangan ini. Seperti biasa, ritual menembus hujan selalu diawali dengan memakai jas hujan atasan orange terang dan bawahan biru tua. Penutup tas berwarna kuning terang dan helm juga tidak ketinggalan. Lampu depan dan belakang dicek dan menyala dengan baik dan dipasang dengan modus berkedip konstan.

Selasa, 07 Desember 2010

WorldSpace dan Gelombang Pendek

Dulu, pas masih suka dengerin radio gelombang pendek, pengen banget punya receiver yang bagus. Maklum, radio gelombang pendek siarannya banyak interferensi. Receiver bagus, katanya sih, bisa meminimalkan interferensi yang ada. Apalagi digital receiver, gelombang yang kita terima bisa bener bener pas dengan gelombang yang dipancarkan, jadinya hasilnya lebih baik. Memang, ada rupa ada harga. Harga receiver digital pada masa itu cukup mahal, dan mungkin nggak akan terjangkau kantungku, yang masa itu masih sekolah.

Bersepeda Itu Aman Kok ....

Kebanyakan orang berpikir, bersepeda di jalanan itu berbahaya, vivere pericoloso kalau kata Bung Karno. Pengguna jalan saling rebut jalan tanpa memikirkan pengguna lainnya dan seolah menganggap pesepeda itu tidak ada.Oleh karena itu, banyak orang berpendapat, kalau bersepeda di jalan raya itu suatu tindakan bodoh yang dapat membahayakan diri sendiri.


Tapi, benarkah bersepeda di jalan raya itu berbahaya? Pendapat itu tidak benar. Bersepeda di jalan raya itu aman, asalkan memperhatikan beberapa syarat berikut.

1. Sebelum bersepeda, pastikan semua bagian sepeda berada pada tempatnya dan berfungsi dengan baik.
Setiap bagian dari sepeda memiliki tempat dan fungsinya masing-masing. Pastikan semua berada pada tempatnya dan berfungsi dengan baik. Rantai tidak terlalu kencang atau kendor, serta cukup dilumasi dengan baik. Tekanan ban cukup, dengan kembangan ban mencukupi. Ketinggian seatpost sesuai untuk badan anda, tidak terlalu tinggi atau rendah, sehingga aman dan nyaman. Rem dan mekanisme pemindah gigi juga berfungsi dengan baik. Itulah beberapa checklist sebelum bersepeda dengan aman.

2. Pakailah helm
Mungkin anda bertanya, mengapa harus memakai helm. Bukankah selama ini belum ada ketentuan yang mengikat tentang keharusan memakai helm dalam bersepeda? Alasannya sederhana, kepala anda memiliki sesuatu yang berharga dan harus dilindungi bukan?

3. Pakailah pakaian berwarna terang/cerah
Anda tidak dalam misi penyamaran yang mengharuskan menyamarkan diri. Pakaian berwarna cerah/terang akan membuat anda terlihat dari jarak jauh, sehingga pengguna jalan lain akan mengetahui keberadaan anda, terlebih pada malam hari

4. Gunakan lampu depan dan belakang saat bersepeda di malam hari
Lampu depan dan belakang akan memudahkan pengendara lain mengetahui posisi anda. Sangat diwajibkan untuk anda yang bersepeda di malam hari, demi keselamatan bersama. Gunakan lampu depan berwarna putih dan lampu belakang berwarna merah.

5. Bersepedalah di jalur paling kiri
Karena negeri ini menggunakan lalu lintas jalur kiri, maka kendaraan yang lebih lambat menggunakan jalur paling kiri. Kalau terpaksa mendahului pengguna jalan yang lebih lambat, boleh menggunakan jalur kanan untuk mendahului. Setelah mendahului, segeralah berpindah ke jalur kiri. Sebelum anda berpindah jalur, sebaiknya memberikan isyarat agar pengguna jalan lain mengetahui arah anda.

6. Jangan ragu gunakan isyarat tangan untuk berpindah jalur
Apabila harus berpindah jalur, gunakan isyarat tangan agar pengendara di belakang anda mengetahui manuver anda. Pengendara lain bukanlah dewa yang mengetahui jalan pikiran anda. Beritahulah mereka dengan isyarat tangan, ke mana anda akan berbelok. Perlu diingat, jangan bermanuver mendadak, pengendara lain memerlukan waktu reaksi yang lebih lambat dari manuver anda.

7. Selalu patuhi peraturan lalu lintas
Mungkin sampai saat ini, polisi belum ada yang menilang pengendara sepeda, tapi apa salahnya kita mematuhi peraturan lalu lintas. Jangan pernah melawan arus lalu lintas, risikonya jelas, anda akan dengan mudah tertabrak kendaraan yang berlawanan arah. Jangan pernah menerobos lampu merah, sangat fatal akibatnya.

8. Gunakan akal sehat selama bersepeda di jalan
Tidak semua pengguna jalan membawa akal sehat pada saat turun ke jalan. Kalau anda terpaksa berurusan dengan mereka, gunakan akal sehat anda. Kalau orang gila dilayani, bukankan kita ikut gila? Lagipula kita bersepeda untuk bersenang-senang bukan?

9. Hargai pengguna jalan lainnya
Anda berjalan di jalanan umum yang digunakan bersama-sama, bukan berjalan di jalan punya mbahmu. Hargai pengguna jalan lain, pasti anda akan dihargai pengguna jalan lain.

10. Gunakan teknik bersepeda yang benar
Kuasai teknik bersepeda yang benar. Sering-sering bersepeda dapat mengasah kepekaan anda terhadap sepeda, sehingga teknik penggunaan gigi yang efisien dapat dikuasai dengan baik. Satu hal yang perlu diingat, jangan mudah terpancing dengan pengendara sepeda lain. Dengkul anda berbeda dengan dengkul pesepeda lain, sehingga ketahanan fisik anda juga berbeda dengan pengendara lain. Jangan malu untuk menuntun sepeda kalau tidak kuat mendaki.

Itulah beberapa tips aman bersepeda yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Mungkin masih banyak tips bersepeda yang belum tertulis di tempat ini. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk keamanan bersepeda

Ayo bersepeda, tunggu apa lagi, bersepeda aman kok ...

video courtesy: www.youtube.com

Minggu, 28 November 2010

Untitled #5

Kadang aku merasa heran, ada orang yang selalu ambil pusing terhadap pilihan yang diambil seseorang. Mulai dari keputusan melanjutkan studi, saat menikah dan punya anak, dan bermacam pilihan lainnya.

"Eh, kok milih kuliah di kampus ABC sih? Kan di kampus XYZ masa depannya lebih menjanjikan?"
"Kok belum punya pacar sih, kan temen SMA udah pada punya pacar"
"Belum nikah yah? yang seumuran udah pada nikah lho ... malah udah ada yang punya anak"
"Kok cuma punya buntut 1, nambah lagi dong ..."

Pertanyaan semacam itu yang paling benci kudengar. Entah kenapa, aku merasa pertanyaan semacam itu tidak lebih dari basa basi busuk yang sangat menyebalkan. Mengapa sebagian orang selalu merepotkan diri dengan urusan orang lain, sedangkan dia sendiri juga memiliki masalah yang tidak kalah besarnya.

Haloooo ... dirimu tidak lebih dari penonton, yang tidak berhak mengatur jalan cerita hidup kami. Kami tahu, jalan yang kami pilih, itu jalan yang terbaik buat kami. Hidup yang saya jalani, saya sendiri yang menikmati. Percuma kami berlelah hanya untuk menyenangkan anda. Kami yang menjalaninya ... bukan ANDA!!! Ketahuilah itu ....

Senin, 04 Oktober 2010

Sub Dipo Setjang

photo courtesy: Soli Saroso


Stasiun SCA di masa aktifnya
photo courtesy: semboyan35.com
Bermula dari sms babe yang isinya seperti ini "Wis duwe pics bekas bengkel stasiun Secang?" Wah, si babe berhasil menemukan eks sub dipo Setjang (SCA, 3314). Terus terang, sebenarnya belum tahu kalau di SCA ada sub dipo. Sejauh yang aku tahu, sub dipo ada di Magelang Kota (MG, 3320). Ketika ditanyakan kepada sesama railfans, menurut mereka, harusnya ada, karena dulu menjadi tempat penggantian lokomotif untuk rangkaian yang berasal dari Yogyakarta (YK, 3020) yang menuju Ambarawa (ABR, 3306) dengan lokomotif bergigi.


Dari hasil penelusuran, eks sub dipo SCA sekarang lokasinya menjadi berada di tengah pemukiman, kurang lebih 100 meter utara emplasemen SCA. Kondisinya sangat memprihatinkan. Atapnya sudah hilang dan bisa dibilang hampir tidak terdapat jejak kalau di sana pernah ada sub dipo. Bahkan di dalam bekas sub dipo, sebuah rumah berdiri di dalamnya.

Kondisi terkini sub dipo SCA
photo courtesy: Soli Saroso
Yah, memang sangat memprihatinkan kondisi infrastruktur perkeretaapian pasca ditutupnya jalur ABR - MG - YK. Apalagi jalur ini sudah mati sekitar 30 tahun. Banyak yang kondisinya menjadi tidak terawat, tidak banyak juga yang sekarang musnah. hilang tidak berjejak Bisa jadi, masyarakat tidak tahu, kalau di sana pernah terdapat infrastruktur perkeretaapian yang sangat besar di masanya. Apakah ini hanya menjadi cerita manis yang akan terkubur oleh zaman?

Memang, sempat ada wacana untuk kembali menghidupkan jalur ini untuk mengurangi beban jalan raya. Tapi apabila menggunakan road bed yang sama dengan jalur tahun 1970-an, sangat tidak mungkin. Selain biayanya mahal, hampir seluruh roadbed dan infrastrukturnya sudah beralih fungsi.

Semoga saja, jejak perkeretaapian di Magelang dan sekitarnya tetap ada dan tidak begitu saja dilenyapkan ...

Kondisi terkini emplasemen dan stasiun SCA
photo courtesy: Soli Saroso

Jumat, 24 September 2010

Sayangilah Leher Anda

Seperti biasa, kalau kembali dari Jakarta lebih suka mengambil KA 30, karena bisa beli tiket go show dan cenderung sepi. Mungkin karena berangkat dari Gambir udah jam 2025, sampai Bandung nyaris ganti hari. Setelah membeli tiket, aku langsung naik ke peron 3 - 4. Sambil menunggu masuknya KA 27, liatin kereta yang seliweran lewat. Ternyata, di lantai 2 sudah banyak calon penumpang KA 42 Taksaka II tujuan Yogyakarta, malah lebih banyak. Dan keberangkatan KA 30 dan KA 42 hanya terpaut 15 menit saja.

Pukul 2025, KA 30 siap diberangkatkan. PAP sudah memberikan semboyan 40 dan disambut dengan semboyan 41 oleh KP. Masinis KA 30 belum merespon dengan semboyan 35. Mungkin masinis tidak mendengar dengan jelas semboyan 41. Setelah PAP paging masinis, barulah masinis merespon dengan semboyan 35.

Ketika rem dilepas, throttle dinaikkan, keretapun mulai berjalan perlahan-lahan. Dari sinilah petaka itu bermula. Saat kereta sudah bergerak, seorang penumpang langsung mencoba masuk. Wew ... berhasil masuk ke sebuah kereta. Tapi apa yang terjadi saudara-saudara, ternyata ia salah naik kereta. Kereta yang seharunsya ia naiki adalah KA 30 Taksaka II yang berangkat 15 menit di belakang KA 30. Makin kacau KA 30 tidak berhenti di Jatinegara, melainkan berjalan langsung.

Dengan setengah panik, dia berusaha kembali turun dari kereta yang semakin cepat berjalan. Touchdown berhasil dengan baik. Tetapi ketika landing rollout, nampaknya kehilangan keseimbangan, dan akhirnya crash di peron. Beruntung ia tidak jatuh ke sepur 3. Bisa jadi akan lebih fatal lagi, menginggat tingginya peron di Gambir.

Pelajaran yang kita ambil dari kejadian ini, pertama, datanglah ke stasiun minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta. Dengan datang lebih awal, kita bisa mencari tahu dengan tenang di mana kereta yang  akan kita tumpangi dengan tenang. Kedua, jangan terburu-buru kita naik ke kereta yang ada di hadapan kita. Pastikan terlebih dahulu kereta yang di depan kita benar-benar kereta yang akan kita tumpangi.

Terakhir, melompat ke luar dari kereta yang sudah mulai berjalan adalah perbuatan yang cukup bodoh. Mungkin anda berpendapat, para tokoh di film laga bisa melakukannya dengan aman. Tapi ingat, itu hanya kejadian di film, ini dunia nyata kawan. Kalaupun anda terbawa di kereta yang salah, turunlah di perhentian berikutnya. Hangusnya karcis karena kereta yang seharusnya anda tumpangi berjalan langsung di stasiun tempat anda turun setelah terbawa kereta yang adalah harga yang harus anda bayar karena kebodohan anda sendiri.

Pesan dari seorang teman railfan, jangankan melompat dari kereta yang berjalan, salah turun dari kereta yang berhenti saja bisa fatal akibatnya. Salah langkah pas turun kereta, bisa patah leher anda ....

Sabtu, 11 September 2010

Jelajah Jalur Mati Seputar Magelang

Berhubung nggak ada kerjaan di lebaran hari kedua, aku memutuskan untuk menjelajahi jalur mati seputar Magelang. Rute yang dipilih, dari Halte Magelang Alun-Alun (MGL) ke arah utara sampai Stasiun Payaman (PYM, 3315), kira-kira sejauh 7 km. Karena nggak sanggup kalau harus jalan kaki sejauh itu, dipilihlah Urbano 3.0 untuk menemani jelajah jalur mati. Selain rutenya seliable, sisi kiri dan kanan baan juga sudah berubah menjadi pemukiman padat. Selain itu, kalau sewaktu-waktu harus putar arah karena rutenya buntu juga nggak terlalu ribet.

Penjelajahan bekas jalur NIS yang dibuka tanggal 15 Mei 1903 ini dimulai pukul 0800 dari halte MGL menuju Stasiun Magelang Kota (MG, 3320). Bekas baan  telah berubah menjadi jalur lambat. Menjelang Stasiun MG, tepatnya di perempatan Kodim 0705, dari arah barat terlihat tiang bekas andreas cross. Tepat di bawah lampu lalu lintas, terlihat pulley, entah pulley bekas kawat sinyal, atau PJL.

Menjelang emplasemen MG dari arah selatan, di sebelah timur terdapat kantor Distrik Jalan Rel Dinas Jalan dan Bangunan Seksi 65 Distrik 65A Magelang. Di belakang kantor distrik jalan rel 65A, masih terdapat dua buah rumah dinas PJKA yang sekarang entah dihuni siapa. Emplasemen MG kini berubah menjadi terminal angkutan kota dan pangkalan travel. Di barat laut emplasemen, masih terdapat bekas sub dipo yang kini difungsikan sebagai bengkel las.

Kereta CR yang menjadi peringatan pernah ada jalur kereta di Magelang, keadaannya semakin memprihatinkan. Selain catnya semakin kusam, dinding kayunya semakin lapuk. Kondisi dalamnya kotor dan tidak terawat, karena saat ini menjadi tempat tinggal gelandangan. Sebenarnya, konumen ini menjadi tanggung jawab siapa untuk merawatnya? Apakah monumen ini dibiarkan hancur pelan-pelan? Hanya waktu yang dapat menjawabnya.

Semakin ke utara, menyeberang Jl. Urip Sumoharjo, jalur memasuki kampung Menowo. Tidak jauh dari sana, masih terlihat sinyal masuk MG dari pihak Payaman (PYM, 3315). Semakin ke utara, rel menyeberang sungai Manggis. Jembatan ini telah berubah dari bentuk aslinya. Semula berupa jembatan rasuk, tapi setelah digunakan untuk lalu-lintas warga, ditambahkan railing di kedua sisinya.

Perjalanan menyusuri petak MG - PYM pun berlanjut. Kiri kanan bekas jalur sudah menjadi pemukiman padat. Terkadang batangan rel terlihat muncul dari jalan. Satu-satunya petunjuk bahwa di sini bekas rel adalah jajaran tiang dan kawat telegrap yang masih tersisa. Selepas rel memotong jalan Barito, rel tidak dapat disusuri lagi dan harus mengambil jalan memutar. Sebenarnya, rel menyusuri tepian sungai Manggis hingga memotong sungai Manggis di depan RSJ.

Setelah mengambil jalan memutar, kembali menyusuri rel menuju PYM. Bekas rel sekarang ditutup aspal dan digunakan sebagai jalan warga. Uniknya, nama jalan ini adalah jalan Lokomotif. Mungkin dijadikan peringatan, kalau dulu pernah ada lokomotif berjalan hilir mudik di sini. Menurut data yang ada, di antara MG dan PYM terdapat halte Magelang Kramat (MGK, dahulu Gesticht). Sayangnya, jejaknya tidak ditemukan, di mana lokasi pastinya.

Lewat belakang SPBU Sambung, jalur mulai membelah persawahan. Di berbagai titik, besi rel masih terlihat jelas, berikut dengan sambungannya. Terkadang tampak bantalan kayu yang sudah lapuk. Batuan yang berserakan di sini, mungkin bekas kricak yang dulu digunakan di lintas ini.

Menjelang masuk PYM, sinyal masuk dari pihak MG terlihat masih berdiri, meski kondisinya tidak sebagus sinyal masuk MG dari pihak PYM. Tidak seberapa jauh, nampak tiang, mungkin bekas papan perintah semboyan 35. Memasuki wesel dari arah MG, kedudukan terakhir wesel masih dapat dilihat menuju sepur lurus. Di sekitar emplasemen, juga masih terlihat bekas pulley untuk wesel atau sinyal masuk.

Emplasemen PYM yang terdiri dari 2 jalur dan 1 sepur badug ini sekarang digunakan sebagai lahan parkir warga setempat. Sayang sekali, wajah stasiun PYM telah mengalami perubahan. Warga membangun tembok di bagian depan dan mengganti jendela di sisi utara stasiun sehingga agak menyamarkan bentuk aslinya.

Berjalan arah Secang (SCA, 3314) didapati dua buah percabangan wesel bandul layan setempat. Wesel terdekat dari arah PYM menuju ke sepur badug, sedangkan wesel berikutnya adalah wesel ke jalur 2. Wesel ke arah sepur badug ini terlihat menggantung. Mungkin pematang relnya sudah digali, sehingga terlihat menggantung. Sedikit ke utara, penelusuran tidak dapat diteruskan ke arah SCA karena lintasan sukar dilalui, dan kembali lagi ke arah MG lewat jalan raya.

Melewati MG, perjalanan diteruskan ke stasiun Magelang Pasar (MGP, 3330) melalui MGL. Lintas MG - MGP kini telah berubah menjadi jalur lambat di sepanjang Jl. Ahmad Yani dan Jl. Pemuda. Sisa-sisa peninggalan jalur hanyalah tiang telegrap dan kawarnya, karena jalur sudah ditimbun dengan aspal. Stasiun MGP sudah tidak terlihat lagi bentuk aslinya, karena sudah berubah menjadi kompleks pertokoan PJKA.

Sesampai MGP, aku berusaha menelusuri jalur masuk MGP dari arah stasiun Banyurejo (BNJ, 3331). Dari MGP terlebih dahulu mengambil jalur jalan raya sampai ke titik pertemuan dengan jalur rel di daerah Soka. Di Soka, berbalik ke utara, ke arah MGP menelusuri rel. Lagi-lagi petunjuk yang didapati hanyalah jajaran tiang dan kawat telegrap. Di beberapa tempat, besi bekas rel digunakan warga sebagai pembatas jalan kampung. Jalur ini hanya dapat aku telusuri sampai persimpangan di Jl. Beringin IV, karena bekas jalur ini tertutup aktivitas warga.

Ah, capek tapi cukup puas menelusuri sedikit lin Magelang dengan lintas Ngombak - Kricak - Parakan. Banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti lokasi pasti halte MGK, seperti apa sub dipo MG, lokomotip apa yang melayani jalur ini, dan pertanyaan lainnya. Semoga di lain waktu ada literatur yang bisa mengungkapnya ....

Kamis, 02 September 2010

Nenek Moyangku Orang Pelaut

A: Konon, jaman dahulu, pelaut itu perempuan semua.
B: Ah, jangan ngawur kamu. Jangan asal ngomong kalau nggak ada buktinya.
A: Aku nggak bohong, ada buktinya.
B: Coba buktikan
A: Kamu tahu kan lagu "Nenek Moyangku Orang Pelaut"? Nenek kan pasti perempuan. Lagian nggak ada lagu "Kakek Moyangku Orang Pelaut".
B: ????

Selasa, 24 Agustus 2010

Nearer, My God, to Thee

Buat yang pernah nonton Titanic, pasti hapal, atau minimal tahu adegan ini. Sesaat sebelum Titanic tenggelam, pemain band di dek berpisah, dan pemimpin band RMS Titanic, Wallace Hartley berkata kepada anggota bandnya, "Gentlemen. It has been a privilege playing with you tonight." Band pun berpisah dan Hartley memainkan "Nearer, My God, to Thee". Nggak lama kemudian, anggota band kembali bergabung bersama Hartley memainkan lagu tersebut. Dan mereka berhenti bermain sesaat sebelum kapal tenggelam.

Lagu Nearer, My God, to Thee, dalam bahasa Indonesia terdapat di KJ 401. Menurut kisahnya, lagu ini menceritakan kisah Yakub yang serba sulit ketika lari dari kejaran kakaknya. Di Betel, ia mengambil batu sebagai alas kepala, dan bermimpi melihat tangga di mana malaikat-malaikat Allah turun naik. Yakub pun sadar, kalau Tuhan senantiasa besertanya.

Tiap kali mendengar lagu ini, aku merasa Tuhan itu dekat. Meski dihimpit dari sana-sini, kehidupan terasa sulit, tapi Ia tidak jauh. Ia ada di dekatku. Dan kerinduan setiap orang percaya adalah makin dekat dengan Tuhan.

video courtesy: www.youtube.com
sejarah lagu Nearer, My God, to Thee: http://www.gkigadser.org/

Minggu, 22 Agustus 2010

Kelas 1-7 Tinggal Kenangan

Pagi ini, seperti biasa, sehabis ibadah pagi di GKJ Magelang, mampir sarapan di Pak Trimo, lalu pulang lewat SMA 1. Ketika lewat di depan SMA 1, ada pemandangan yang cukup menyedihkan. Kelas 1-7, kelasku dulu dibongkar. Hilang sudah kelas yang pernah kuhuni 11 tahun yang lalu.

Mungkin buat sebagian orang, pikiran saya berlebihan. Toh itu cuma kelas saja yang sudah lama ditinggalkan. Itu juga barang millik negara. Terserah negara dong kalo mau diapain. Kasarnya, kalau itu kelas mau dibakar sama negara, situ ndak usah protes.



Yang jelas, pas dibongkar, merasa ada yang hilang. Karena posisinya yang terpisah dari kelas lain, menjadikan kelas ini unik. Penghuninya sampai menyebut kelas ini sebagai villa. Kelas yang unik yang pernah ditinggali beberapa angkatan di atasku dan dibawahku, menjadi bagian dari mereka yang pernah menghuninya. Banyak kenangan tak terlupakan selama menghuni villa yang satu ini. Kelas ini hanya menyisakan cerita, bahwa dulu, pernah ada kelas yang unik di SMA 1.

Ah, meski villa sudah tidak ada lagi di sekolah ini, tapi kenangan kelas villa tetap ada di hati.

Foto atas: kelas 1-7 yang tinggal kenangan, diambil tanggal 22 Agustus 2010, courtesy Tommy Aditya
Foto bawah: kelas 1-7 semasa masih ada, courtesy Nur Azizah Eka Wardhani

Sabtu, 21 Agustus 2010

Anak Seribu Pulau

Pas jaman SD dulu, kira-kira tahun 1996, kalau nggak salah tahun, pernah diputer serial dokumenter "Anak Seribu Pulau". Bagi yang ingat, acara ini diputer tiap hari Minggu, jam 0900 di RCTI. Sayangnya, pas jaman segitu, aku jarang nonton, karena harus ikut Sekolah Minggu. Dulu juga pernah keluar serial dokumenter dalam format VHS, tapi nggak kebeli, lha wong nggak punya duit je ....

Buat yang belum pernah nonton, atau lupa, serial ini menceritakan kehidupan anak-anak Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap episode mengisahkan satu daerah. Kalau sekarang mirip-mirip Si Bolang itu lah, tapi yang ini jauh lebih mantap jaya. Sampai saat ini, buat acara dokumenter maupun untuk acara anak-anak, acara yang ditukangi Garin Nugroho dan Mira Lesmana ini belum ada tandingannya. 

Kapan yah kita punya acara semacam ini lagi ....



video courtesy: www.youtube.com

Sabtu, 14 Agustus 2010

Peristiwa Luarbiasa Hebat di Jombang

Hari ini aku dikejutkan dengan adanya kecelakaan kereta api (Peristiwa Luarbiasa Hebat, PLH) di Jombang (JG). Seperti biasa, tiap kali ada kejadian dengan angkutan jenis ini, jadi komoditas politik. Mereka yang sebelumnya nggak pernah peduli dengan hal ini, tiba-tiba saja menjadi orang yang paling tahu soal operasional kereta api. Bahkan penerawangan mereka lebih jago dibandingkan dengan KNKT maupun CO. Biar saya ndak dituduh bohong kalo jadi komoditas politik, bisa dicek di sini.

Mari kita telaah komentar anggota dewan yang (katanya) terhormat ini.

Komisi V DPR RI Sadar Restuwati yang kebetulan di lokasi Stasiun Jombang mengaku nyungsepnya KA Rapih Doho disebabkan human eror. Hal itu dilihat dari posisi KA yang tidak berada di posisi rel utama.

"Seharusnya KA ini ada di jalur utama, bukan di jalur lain yang tidak ada rel penghubung lainnya. Ini seperti rel yang baru dibuat tapi belum selesai pengerjaannya," kata Sadar Restuwati kepada wartawan di lokasi, Sabtu (14/8/2010).
(kutipan langsung dari detiksurabaya)

Kok bisa-bisanya dia bilang human error sebelum ada investigasi dari yang berwenang? Trus, kalau memang rangkaian diterima di spoor badug, bisa dibilang ini kesalahan operasional. Bisa jadi ini tindakan pengamanan dari operator untuk menghindarkan peristiwa yang lebih buruk lagi.

Heran, siapa yah yang dulu milih orang pandir kaya gini menjadi (katanya lagi) wakil rakyat?

Jumat, 13 Agustus 2010

Iklan yang Keren #4

Sementara, cukup dulu memunggah klip iklan jaman dulu. Sekarang saatnya cerita dulu. Beberapa hari ini, aku mencoba mencari-cari iklan tahun '90-an. Ya, menurutku, iklan dekade '90-an memang jauh lebih bagus dari iklan sekarang. Bawaannya tiap kali iklan itu muncul, nggak mau diganti ke saluran lain. Beda dengan iklan saat ini. Tiap kali nongol, pengen ganti ke saluran lain.

Memang sih nggak semua iklan bagus, tapi ada beberapa yang berkesan bagiku, antara lain Bentoel, edisi I Love the Blue of Indonesia. Iklan ini benar-benar menampilkan keindahan alam Indonesia, tanpa banyak omong. Kalau pengen lihat, ada di sini.

Tayangan iklan lain yang nggak kalah bagusnya, iklan Garuda Indonesia, yang menampilkan seorang anak kecil yang menyanyikan lagu Tanah Airku. Beberapa waktu lalu, aku sempat mengunggahnya di sini.

Iklan berikut yang juga keren adalah iklan Indomie yang sempat menampilkan lokomotif B25 di Jambu. Iklan sudah cukup kuno, tapi keren. Yang penasaran bisa melihat di sini.

Masih ada beberapa iklan yang bagus menurutku. Di antaranya seri iklan Marlboro dengan theme sound The Magnificent Seven. Mau cari di youtube, sampai sekarang belum dapat. Tampaknya belum ada yang mengunggahnya, padahal bagus-bagus iklannya. Atau mungkin terkena larangan menampilkan iklan rokok?

Sampai sekarang, aku masih heran, mengapa iklan rokok banyak yang bagus. Jangan bandingkan dengan iklan rokok jaman sekarang, tidak ada apa-apanya iklan jaman sekarang. Mungkin karena faktor dana yang besar, jadinya tidak terlalu repot untuk all out, menggunakan semua sumber terbaik untuk hasil terbaik

Ah, kapan bisa menonton iklan yang bermutu, yang menjual produk dengan seni. Tidak hanya menjual produk bagus dengan cara yang murahan

Your Smile

Suka banget sama lagu ini, "Your Smile" punya Fariz RM. Pertama kali denger, jadi soundtrack iklan Pertamina. Awalnya nyangka ini video klip baru, eh ternyata cuma iklan aja. Karena penasaran, cari ini lagu, dan dapet deh lagunya. Ini liriknya:

I don’t know why
God gives me a chance to know you
and all i know suddenly you came into my life
but first i guess that we only care for each other
and i realize the growing seeds of love
you showed me through your smile
that always keeps me growing strong
your smile that makes me love you for so long
your smile makes me believe on happiness is not too far beyond to reach
your smile’s the only thing that i’ll remember ’til the end of time

when i’m with you like sadness no longer exist
though i know having you the lonely lasts in my mind
to be honestly the story goes forever
‘cos as long as you will be as you are
as how a woman should be
through your smile will always lead my way
your smile inspired melodies in every notes i play
your smile and memories above you makes me realize
my place’s in your heart
‘cos for me your smile means everything from you
to keep me alive

oohhh, your smile
all that leads my way
in every notes i play

your smile that makes me love you for so long
your smile that always keeps me going strong
your smile makes me believe on happiness is not too far too reach
‘cos for me your smile means everything from you
your smile’s the only thing that i’ll remember
‘cos for me your smile means everything from you
to keep me alive

your smile


Sayangnya, iklan dengan soundtrack lagu ini yang cukup bagus, ditarik sesaat penyanyinya tersangkut perkara kriminal  ....

Senin, 02 Agustus 2010

Nyesel ... Nyesel ... Nyesel #2

Aaaarggghhh... kali ini nyesel lagi gara-gara sepeda. Kalau yang dulu gara-gara ga ngerti ada event funbike, kemaren nggak ngerti kalo ada rombongan sepeda mau ke Borobudur, padahal sama-sama 1 kereta. Ini semua gara-gara kunci 14 sialan ....

Awalnya sih nggak masalah nggak jadi bawa urbano balik. Menjelang keberangkatan KA 78, mulai merasa bersalah, nggak jadi bawa urbano. Pas ada orang mondar-mandir bawa helm sepeda, mikirnya cuma rombongan yang mau sepedahan ini mau muter-muter di YK. Toh nggak kenal juga sama mereka.

Sesampai di YK, bener dah perasaan bersalah terjawab sudah. Dari kereta BP mecungul beberapa sepeda dan pengendaranya. Beberapa folding dan 2 MTB kalo nggak salah. Awalnya sih tanya berapa tarif karcis bagasi buat sepeda. Abis itu ngobrol ngalor ngidul soal sepeda, akhirnya terbongkar juga kemana tujuan mereka. Ternyata saudara-saudara, tujuan Sel-B adalah ke BOROBUDUR. Siaaaaaaalllll ... kalau jadi bawa urbano kan bisa ikutan konvoi ke borobudur. Dan baliknya tinggal nambah 20 km lagi, udah sampai rumah ....

Ini semua gara-gara kunci 14 buat benerin seat .... Andai seat nggak bermasalah, ikut deh gowes bareng Sel-B

Moral: Pastikan semua alat berada pada tempatnya dan berfungsi dengan baik