Halaman

Waktu menunjukkan

Pencarian

Rabu, 30 Desember 2009

Pacaran dan Telepon

Beberapa waktu lalu, ada seorang teman yang bertanya, ada gak sih korelasinya antara pacaran sama kenaikan biaya telpon? Hmm ... pertanyaan yang lumayan menarik untuk dibahas ... hehehe.

Kalau ditarik ke belakang, kira-kira lima sampai enam tahun ke belakang, mungkin pernyataan tersebut ada benarnya. Terlebih lagi, harus menjalani hubungan jarak jauh. Mau nggak mau, harus memerlukan usaha ekstra untuk menjalin hubungan.

Di masa itu, memang tarif GSM belum semurah sekarang. Jaringan CDMA belum seluas seperti saat ini, dan pemilik handsetnya juga tidak sebanyak sekarang. Mau menggunakan layanan pesan instan, kualitas dan biaya koneksi belum begitu memuaskan. Pakai PSTN, makin nggak nahan biayanya. Kalau kata orang, cintaku berat di ongkos.

Peribahasa "jer basuki mawa bea" tetep berlaku juga buat urusan yang satu ini. Gimana bisa terjalin hubungan yang baik bila nggak pernah ada komunikasi, dan untuk berkomunikasi pun ada harga yang harus dibayar.

Kembali ke inti masalahnya, bener gak sih ada pengaruhnya dengan kenaikan biaya telpon, semua tergantung yang jalanin. Yang jelas, ada kenaikan biaya atau tidak, komunikasi harus dijalin dengan baik.

Makasih buat Joel atas curcolnya ... hehehe ... God bless you bro ....

Selasa, 29 Desember 2009

My Way

Ketika masalah hanya dijawab dengan nggak tahu
Ketika setiap usaha damai
tidak ditanggapi dengan baik
Ketika semua janji
tidak dapat ditagih
Ketika setiap pengorbanan
dianggap kebodohan

Dengan sangat terpaksa

perlu diambil tindakan

dengan caraku sendiri

I did it, my way
... .

np: Frank Sinatra - My Way

Tol Trans Jawa

Pas baca Kompas Jawa Tengah 291209 , ada sepotong artikel tentang rencana Jalan Tol Trans Jawa. Menurut artikel itu, trase jalan tol membentang dari Kanci - Pejagan - Pemalang - Batang - Semarang - Solo - Mantingan sepanjang 319 ,60 km.

Masih menurut artikel tersebut, jalan tol tersebut akan merangsang perekonomian sekitar jalan tol berupa peluang investasi seperti SPBU dan rest area dengan restoran dan pusat perbelanjaan. Belum lagi sektor usaha lain seperti rumah sakit, perumahan, hotel, tempat rekreasi, pertokoan dan kawasan industri.

Tampaknya aku kurang sependapat dengan hal ini. Kalau melihat pembangunan tol Cikampek - Purwakarta - Padalarang, yang terjadi malah menyurutkan ekonomi di sepanjang jalur "klasik" Cikampek - Padalarang.

Kalau kita lihat dari sejarahnya, awalnya Purwakarta memang di luar jalur utama poros Jakarta - Bandung. Groote Postweg, atau Jalan Raya Pos yang dibangun melewati Bogor - Sukabumi - Cianjur, bukan Purwakarta. Setelah jalan raya pos tersebut menyusul jalur kereta api dibuka menuju Bandung.

Ketika jalur baru kereta api Jakarta - Bandung melalui Cikampek - Purwakarta, barulah Purwakarta mulai berkembang pesat. Setelah tol Jakarta - Cikampek dibangun, semakin ramailah lalu lintas Jakarta - Purwakarta - Bandung yang berdampak pada perkembangan ekonomi setempat. Kira-kira tahun 2005 mulai beroperasi tol Cikampek - Purwakarta - Padalarang, aktivitas ekonomi sepanjang jalur non tol menyurut. Meski di Purwakarta dibuat akses tol, tampaknya hal ini tidak terlalu membantu.

Kekhawatiran yang sama juga melingkupi dioperasikannya tol Trans Jawa. Apakah dampak semacam ini telah dipikirkan sebelumnya? Apakah tol ini akan membawa dampak positif atau negatif bagi masyarakat sekitar? Jangan sampai pembangunan tol yang mahal malah membawa dampak negatif bagi masyarakat. Semoga saja tol ini dapat bermanfaat bagi semua dan ada sinergi dengan sarana transportasi lainnya.

Senin, 28 Desember 2009

Penyimpangan

Belakangan ini baru deh pada heboh soal infotainment yang kebablasan. Begitu ramainya semua orang pada ikutan komentar. Sampai-sampai ada juga yang memfatwakan haram untuk soal yang satu ini.

Kalau nggak salah, persoalan ini jadi ramai gara-gara tweet yang mengutuk peliput infotainment. Karena yang mengutuk seorang pesohor, nggak heran kalau tanggapannya langsung memicu kontroversi, baik pro maupun kontra. Lain halnya kalau itu tweet dari orang biasa saja semacam saya, pasti saya dianggap lagi kesambet.

Kembali ke masalah infotainment yang kebablasan, mengapa baru sekarang dipermasalahkan? Mengapa tidak dari dulu dikoreksi ketika sudah ada tanda-tanda penyimpangan. Sekarang, ketika penyimpangannya sudah dianggap keterlaluan, baru semua angkat bicara. Dan semua berbuicara seolah-olah ahlinya.

Seandainya kesalahan ini dikoreksi ketika penyimpangan belum separah sekarang, mungkin tidak terlampau sulit. Ibarat mengoreksi heading yang melenceng beberapa derajat dari course, apabila segera disadari dan dikoreksi, tidak akan terlampau jauh deviasinya. Tetapi apabila didiamkan saja, course yang ditempuh akan jauh dari waypoint yang dituju.

Bagaimana perkembangannya ke depan, kita serahkan saja pada "ahlinya"

Senin, 30 November 2009

I Love You

"I Love You," itu kata-kata yang sering diucapkan seseorang kepada yang dikasihinya. Dengan kata lain, aku cinta padamu, aku tresno kowe, Ich liebe Dich, atau seribu satu ungkapan lain yang serupa. Entah kenapa, aku lebih sreg menggunakan kata "kasih" untuk padanan kata "love." Kalau ditanya kenapa, aku juga nggak tahu alasannya.

Ketika aku belajar tentang kasih, aku diingatkan bagaimana sifat-sifat kasih itu.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih tidak berkesudahan


Dan ketika aku belajar, sifat sifat itu harus dipenuhi semua, agar sesuatu itu dapat disebut kasih. Mana mungkin kasih yang sabar tetapi bersuka cita karena ketidakadilan. Atau tidak mungkin sesuatu yang mencari keuntungan diri sendiri itu disebut kasih.

Semakin dalam aku belajar tentang kasih, aku semakin mengerti, apapun yang aku lakukan, apabila tanpa kasih, semuanya tidak ada gunanya. Seperti ada lagu yang liriknya demikian

Andaikan aku lakukan yang luhur mulia
Jika tanpa kasih cinta hampa tak berguna


Yah ... mungkin saat ini aku belum dapat memberikan kasih yang sempurna. Aku masih harus terus belajar, bagaimana memberikan kasih yang sempurna, entah sampai kapan ....

@ KA 77, TSM
np: Franky Sihombing - When I Say That I Love You

Kamis, 19 November 2009

Untitled #2

"Nyesel pernah kenal sama kamu; dan lebih nyesel lagi, tahu kalo kamu itu ada"

Sebaris teks aneh, paling nggak menurutku, tiba tiba datang melalui layanan pesan instan. Nggak tahu kenapa dia sampai mengirim pesan semacam itu. Yang jelas pengirimnya merasa kecewa berat. Entah apa yang membuat kecewa sampai sebegitunya. Kalaupun itu pesan ditujukan buatku, seolah-olah, apa yang pernah kulakukan, dianggap nggak berarti.

Memang, kata orang bijak, kalau engkau pernah berbuat baik kepada seseorang, jangan pernah mengingatnya; tetapi apabila ada seseorang berbuat baik kepadamu, jangan pernah melupakannya. Kalau tidak, maka engkau akan menyesal.

Ketika dihadapkan pada masalah semacam itu, bener juga rupanya. Ketika kita mengingat semua apa yang pernah kita berikan kepada orang lain, dan ternyata orang lain itu tidak mengingatnya, yang kita rasakan hanya penyesalan. Kenapa sih kita masih memikirkan hal-hal yang telah kita berikan.

Kalau emang nyesel dan udah nggak mau kenal saya lagi, saya ndak mau ambil pusing. Itu hak anda kok. Biarkan dia jalan dengan pikirannya sendiri. Toh kita sudah sama-sama dewasa, tahu benar mana yang pantas dilakukan, mana yang nggak. Dan masing-masing kita punya dunia sendiri-sendiri, nggak baiklah kalo saling ganggu.

I'm just a poor boy, I need no symphathy. Because I'm easy come, easy go. Little high, little low. Anyway the wind blows, doesn't really matter to me, to me ....


np: Queen - Bohemian Rhapsody

Rabu, 18 November 2009

Menembus Hujan

Hehehe ... begitu melihat di luar hujan nggak berhenti, malah di kepala muncul ide buat gowes sambil ujan-ujanan. Paling nggak, seru aja buat melaju di jalur kiri di kemacetan sepanjang Maranatha, dan sambil hujan tentunya. Repotnya sih di perempatan pintu tol Pasteur, adanya sedimen pasir, yang bikin ribet di jalur kiri. Salah-salah kaki bisa sejajar kepala. Koprol maksudnya.

Jadi inget jaman jaya-jayanya dulu dengan federal ijo. Menembus curah hujan Magelang dengan beraninya. Begitu sampai rumah, langsung deh mandi. Tapi beneran, dulu sepedahan di tengah hujan dengan perangkat keamanan yang bisa dibilang minim. Jangankan helm, lha lampu depan belakang nggak ada, yang ada cuma reflektor aja. Cuma harus hati-hati aja, soalnya rem pasti nggak sepakem kalau kering. Belum lagi gejala aquaplanning. Biar gejala aquaplanning nggak gitu kerasa, paling kurangi dikit aja tekanan ban.

Kalau sekarang disuruh kaya gitu lagi, nembus hujan, wah harus mikir berkali-kali dulu. Inget umur, udah nambah tua. Mana properti buat nembus hujan belum ada. Yang ada baru jas hujan aja. Cover bag belum punya. Kalau nggak ada cover bag, bisa-bisa seisi ransel dora basah semua deh. Belum lagi kemarin habis TSO, jadi belum berani pethakilan dulu. Si kuning juga belum siap diajak hujan-hujanan kayaknya. Tapi kalau semua properti dah siap, kayaknya seru juga tuh ... hehehehe.

Jadi kapan main hujan-hujanan lagi ..........

Selasa, 17 November 2009

Funbike Telkom

Setelah kemaren nyesel, gara-gara nggak bisa ikutan funbikenya speedy gara-gara nggak ngerti, eh sekarang malah ada yang kasih tau soal info Funbike dari Telkom. Berikut ini kutipan infonya

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan kegiatan Speedy Tour d’Indonesia 2009, Telkom Divre III dan Telkom Cycling Community (TCC) akan mengadakan kegiatan FUN BIKE, yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Ahad, 22 Nopember 2009
Pukul : 07.00 WIB
Start/Finish : Telkom Divre III, Jl Supratman 66, Bandung
Pendaftaran : Gratis, di lokasi start, Ahad 22 Nopember 2009, Pukul06.30 WIB
Acara: Fun Bike, Games, Entertainment, Door Prizes


Hmm ... godaan jiwa raga nih .... Soal nanti masuk ke daftar pesertanya, itu urusan nomer sekian. Tapi buat gowes rame-rame, kapan lagi.

Pikir-pikir buat ikutan, sayangnya masih ada tapinya. Si kuning sampai sekarang masih terparkir di kantor, padahal syarat wajibnya harus menunggangi si kuning. Mau dibawa pulang Jumat malam, eh si kuda Jepang harus dinasan di Sabtunya, sampai malam pula. Kalau mau tukar tunggangan Minggu pagi, takut nggak keburu ....

Hmm ... perlu dipikirkan lagi nih. Bukan buat ikutan, tapi gimana caranya bawa si kuning pulang .... Pokoknya harus ikutan gowes minggu besok, biar nggak nyesel lagi ....

info terusan dari B2W_Bandung

Zero Sum Game

Baca-baca tulisan kemarin soal 9 out of 10, malah dikejutkan dengan aturan zero sum game. Yah demikian adanya, karena nggak bisa dapet 10 kriteria, dan 1 kriteria yang tidak terpenuhi ini menggugurkan 9 kriteria lainnya, dengan sangat terpaksa (atau dengan sangat bodohnya) melakukan zero sum game.

Zero sum game, kalo kata orang Jawa, tiji tibeh, tiba siji, tiba kabeh; jatuh satu, jatuh semua. Dengan kata lain, tidak ada pihak yang mendapat keuntungan, kecuali bandarnya tentu saja, yang nafsu gilanya terpenuhi.

Maaf, saya belum cukup gila untuk melakukan permainan bodoh semacam itu, karena semua orang berhak untuk bahagia (pinjem kata-katanya ya Beav). Kalau saya melayani permainan gila dengan aturan gila dan dimainkan oleh orang gila, artinya saya ikut gila. Sekali lagi maaf, saya masih cukup waras untuk tidak mengikuti permainan ini ....

np: Nazareth - Love Hurts

Rabu, 04 November 2009

Hidupmu Berharga

Udah lama nggak denger ini lagu, tau-tau muncul ini lagu pas ibadah Minggu kemaren. Lagu lama sih, dan aku sebenernya nggak tau karya siapa. Yang aku tahu, ini dibawakan oleh Worship Generation. Setelah tanya mbah gugel, dan ngubek-ubek yutup, nemu juga lirik sama klipnya. Berikut ini liriknya

Hidupmu Berharga Bagi Allah
Tiada Yang Tak Berkenan Di Hadapan-Nya
Dia Ciptakan Kau S'turut Gambar-Nya
Sungguh Terlalu Indah Kau Bagi Dia

Dia Berikan Kasih-Nya Bagi Kita
Dia T'lah Relakan Segala-Galanya
Dia Disalib 'Tuk Tebus Dosa Kita
Kar'na Hidupmu Sangatlah Berharga

Reff:
Buluh Yang Terkulai Tak Kan Dipatahkan-Nya
Dia 'Kan Jadikan Indah Sungguh Lebih Berharga
Sumbu Yang T'lah Pudar Tak Kan Dipadamkan-Nya
Dia 'Kan Jadikan Terang Untuk Kemuliaan-Nya


Liriknya sederhana, tapi dalem banget. Bener-bener berharga hidup kita di mata-Nya. Sejelek apapun dunia memandang kita, seperti apa keadaan kita, Dia selalu melihat kita sangat berharga, seperti biji mata-Nya. Dan Dia selalu punya rencana yang indah dalam diri kita.

Terkadang kita merasa nggak berharga karena kita banyak kelemahan, jelek, cacat, nggak menarik, dll. Meski demikian, Dia selalu memandang kita sangat berharga. Kalau kata salah satu lagu, dunia melihat rupa, namun Kau memandangku. Malah di dalam kelemahan kita, kuasaNya yang sempurna dinyatakan. Dan Dia menciptakan kita dengan keadaan seperti ini, pasti ada tujuan tertentu, untuk kemuliaan nama-Nya. Tidak ada yang sia-sia dalam diri kita .... GBU

lirik dari sini
klip ada di sini


np: Jacqlien Cellose - (With All I Am) S'genap Hidupku - Best Worship 3

Selasa, 03 November 2009

Kenal dengan RI 1

Sore ini Indonesia digegerkan dengan dibongkarnya hasil sadapan KPK. Di satu segmen transkrip, ada seorang wanita, mbuh jenenge sapa, lali aku, mengaku kenal dekat dengan RI 1.

Tiba-tiba saja, pikiran iseng menari-nari di kepala. Lha mbok wis ben, biarin deh ngaku-ngaku sak karepe dhewe, kenal sama SBY. Lha cuma ngaku kenal deket itu ndak mbayar kok. Kalo cuma ngaku-aku aja, semua orang juga bisa, soal kebenarannya, ya ndak tau saya. The truth is out there kata tagline sebuah film.

Biarin deh yang ngerti soal itu berkomentar. Kalo saya, cuma balungan kere, cuma berharap yang salah dihukum, terus yang benar dibebaskan aja. Soal menentukan siapa yang salah, saya ndak mau ikutan, soalnya udah ndak jelas mana yang benar, mana yang salah. Sapa sing salah, seleh. Becik sethithik, ala ora ketara. Becik ketitik, ala ketara.

#rakyat jelata yang masih menunggu datangnya Ratu Adil yang memerintah Indonesia, yang menjadikan negeri ini gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja ....

Kamis, 29 Oktober 2009

Tipu Tipu Part 4

Siang ini, jam 1456, nokia 3200ku berbunyi (tepatnya bergetar). Ternyata ada panggilan masuk dari seseorang yang nggak dikenal, dari nomer +6281393391665. Suara di seberang mengabarkan kalau nomer simpatiku memenangkan undian dari telkomsel, yang (katanya) diundi semalam. Hadiahnya Yamaha Mio Sporty dan uang Rp. 5 juta.

Bukannya seneng, yang ada malah pikiran curiga. Ini pasti jebakan betmen. Soalnya udah banyak sih modus penipuan kaya gini. Setelah dipancing macem macem, ternyata term pengambilan hadiahnya aneh juga. kalau hadiahnya diantar sampai rumah, tidak dikenakan biaya apa-apa. Kalau hadiahnya diambil sendiri, diharuskan bayar administrasi dan pajak hadiah undian. Batas waktu pengambilan hadiah, hari ini. Kalaupun mau diambil, lokasi pengambilan ada di PT XYZ (lupa namanya) yang alamatnya di Jl. Gatot Subroto No. 40-42.

Kecurigaan pun terbukti, ini hanya tipuan belaka. Udah ketahuan dari syarat pengambilan hadiahnya, pasti batas waktunya mepet banget, sehingga calon korban tidak dapat berpikir jernih, dan menyetujui term yang diajukan penipu, dan masuk jebakan betmen. Entah deh apa maksudnya memancing biar barangnya dikirim sampe kerumah, curiga pengen tau rumahku aja tuh.

Sebenernya sih gampang mendeteksi ini penipuan atau bukan. Kuncinya sih kita harus tenang dulu, jangan terbuai janji surga penipu. Langkah-langkahnya sebagai berikut, pertama, kita yakinkan dahulu, apakah ada promo semacam itu. Kalau tidak ada, pasti ngibul.

Kedua, ingat-ingat dahulu, apakah kita pernah mengikuti promo semacam itu. Kalau belum pernah mengikuti, mustahil dong kalau bisa menang. Kalau pernah, lanjut ke analisis berikut, apakah hadiah yang ditawarkan promo tersebut sama dengan yang dijanjikan. Kalau berbeda, dapat dipastikan penipuan.

Apabila hadiah yang dikabarkan sama dengan yang ditawarkan melalui promo, kapan pengundian dilakukan. Seandainya pengundiannya sudah lama banget, masa pemberitahuannya sampai sebegitu telatnya. Kalaupun memang pemberitahuannya terlambat, segera konfirmasi langsung ke pihak penyelenggara langsung. Jangan mudah percaya dengan nomer yang diberikan oleh penelepon.

Hal yang perlu diperhatikan juga, apabila waktu pengambilan sangat mepet, besar kemungkinan itu penipuan. Ini disengaja agar calon korban tidak dapat berpikir jernih, dan langsung mengikuti instruksi penipu.

Jangan pernah melakukan penyetoran uang yang diminta oleh penelepon, sebelum benar-benar yakin, ini bukan penipuan. Seberapa jauh keyakinan anda, tergantung anda sendiri. Untuk meyakinkan diri sendiri, hubungi pihak penyelenggara langsung. Perlu diingat juga, jangan pernah memberikan alamat rumah. Bukan apa-apa sih, cuma untuk berjaga-jaga saja.

Yah, semoga pengalaman saya ini dapat dijadikan pelajaran bagi orang lain, sehingga tidak mudah tertipu dengan modus menang hadiah undian. Ikutan kata bang Napi, Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan. Nah kita tutup kesempatan penipu untuk beraksi. Waspadalah, waspadalah!!!

Selasa, 27 Oktober 2009

Telepon

Beberapa waktu lalu, di ruangan ada seseorang yang terima panggilan telepon melalui HP. Entah kenapa, pas dia terima panggilan itu, mengaktifkan mode speakerphone. Entah mau pamer HP baru, SP (suda pamireng), atau pengen pembicaraannya diketahui banyak orang?

Apapun alasannya, itu cukup mengganggu. Apa perlu diselesaikan dengan cara Benny & Mice seperti di bawah ini?

Kartun Benny & Mice: Jakarta Luar Dalem

Jumat, 23 Oktober 2009

Sepedahan = Vivere Pericoloso?

Pagi ini berangkat ngantor ndak pake sepeda (lagi) ... karena malam sebelumnya harus ngambil senjata buat acara Pesparawi besok. Seperti biasa, rute yang dijalani ndak jauh berbeda dengan rute nyepeda. Bedanya, kalau sepedahan nggak lewat Cipaganti, tapi lewat Djundjunan.

Pas di Wastukencana, sempat ketemu pengendara sepeda lipat. Dia pake seli warna silver, ndak tau mereknya apa, datang dari arah Merdeka. Di perempatan Cipaganti - Pasteur, ketemu seseorang pake road bike. Ketemu lagi sama biker di lampu merah Cipaganti - Sampurna - Bapak Husen.

Saat ketemu pengendara terakhir itu, nyaris terjadi PLH antara pengendara sepeda dengan oknum pengendara motor. Saya ndak mau nuduh siapa yang ndak punya, atau minimal ndak bawa otak di jalan. Yang jelas kalau boleh dibilang, pengendara sepeda itu posisinya sangat lemah. Kalau kata Bung Karno, "vivere pericoloso" alias living dangerously.

Gimana ndak vivere pericoloso, lha sampai sekarang aja kalau mau sepedahan harus berbagi jalur dengan kendaraan lain. Iya kalau pengendara lain ngerti seberapa lemahnya sepeda, kalo ndak, ya harus jaga diri baik-baik deh. Belum lagi semburan gas beracun dari knalpot kendaraan bermotor yang nggak terawat. Pengendara sepeda jadi paling rentan terpapar polusi. Soal parkir khusus sepeda, belum banyak gedung di Bandung yang menyediakan space khusus. Setahuku sih baru di BEC ada yang ada. Si kuning juga terpaksa disandarin gitu aja di parkiran mobil.

Yah ... orang boleh bilang sepedahan tu cuma living dangerously. Tapi buatku nggak ... ada kesenangan tersendiri kalau sepedahan. Soal urusan gaya hidup hijau atau cuma ikutan trend b2w, gak ada urusannya. Nyepeda cuma buat seneng-seneng aja, sekaligus olah raga. Kalau ikut mengurangi polusi, itu bonusnya ....

Kalau gak ada urusan, nanti pasti nyepeda lagi baliknya .....

Selasa, 20 Oktober 2009

Ribetnya B2W

Hari ini akhirnya kembali berangkat ngantor bersama si kuning, setelah sekitar 2 mingguan nggak nyepeda. Seperti biasa, kalau nyepeda, ransel dora pasti berisi baju ganti, jaket dan jas hujan. Entah kenapa jaket dan jas hujan itu nggak pernah lupa dibawa. Anggap aja jimat keberuntungan. Plus satu pompa tangan mini, yang diharapkan nggak dipakai.

Perjalanan dari rumah sampai kantor sih biasa aja sih, nggak ada masalah. Ribetnya sih begitu sampai di kantor. Apalagi kalau bukan masalah mandi. Memang sih, dari kemaren dah berasa kalau bakal ada masalah dengan ritual yang satu ini. Kamar mandi yang biasa dipakai, sedang dalam perbaikan. Mau nggak mau, harus mandi di gedung belakang. Celakanya, pagi ini jaringan air ngadat. Komplitlah ribetnya.

Sempat terpikir buat membersihkan diri pakai tisu basah. Ketika cari tisu basah yang biasanya ada di ransel dora, nggak ketemu juga, mana hari udah makin siang pula. Mau beli di toserba dekat kantor, pasti belum buka. Ke toko kelontong 24 jam terdekat, juga tidak ada. Pusing deh, mau mandi di mana. Nggak lama kemudian, segala keribetan itu berakhir. Jaringan air normal lagi. Nggak tau deh besok gimana ... hehehe.

Kalau soal bebersih diri setelah nyepeda, jadi ingat dulu yang pernah ditulis sama Irma di sini. Buat yang pengen tau gimana aja caranya, main aja ke rumahnya Irma. Kali aja ada yang punya cara lebih hebat lagi.

Dengan segala keribetan sepedahan ke kantor, terutama soal mandi, tetep aja nggak kapok buat sepedahan ke kantor. Soal besok nggak ada air buat mandi, harus punya plan B, termasuk untuk mandi alternatif.