Halaman

Waktu menunjukkan

Pencarian

Minggu, 20 April 2008

Preman Berdasi

Seperti biasa, habis gereja, ada satu ritual yang nggak boleh dilewatkan. Apalagi kalau bukan baca Benny & Mice di Kompas Minggu. Komik strip yang rajin nongol di Kompas Minggu cuma butuh waktu semenit buat melibasnya. Saatnya baca berita yang penting, agak penting dan tidak penting.

Di halaman depan kolom paling kanan bawah, ada berita yang tidak kalah konyolnya. Anggota DPR Sita Kamera Video. Setelah dibaca, ternyata seorang preman (baca: Anggota DPR yang katanya terhormat) dengan inisial JS merampas camcorder properti keamanan kompleks perkantoran Darma Bumi.

Perbuatan bodoh JS dimulai dengan mengendarai mobil melawan arus, memak-maki petugas keamanan dan akhirnya merampas camcorder tersebut. Akibatnya, petugas keamanan harus menanggung kerugian, karena kehilangan camcorder yang menjadi tanggung jawabnya.

Apa alasan JS merampas camcorder? Apa JS merasa aneh melihat camcorder terarah padanya. Jangan-jangan ia mengira camcorder sebagai senjata yang mematikan. Maklum aja lensanya diameter 30mm. Bandingin aja sama MP5 yang pakai pelor 9mm parabellum. Kalo 30mm, HE grenade kali .... (Kalau memang alasannya kaya gini, gaptek juga ya JS)

Hmm ... lagi-lagi rakyat kecil yang menanggung kerugian akibat perbuatan bodoh orang yang katanya terhormat. Selamat Pak Tumai (petugas Keamanan), Anda kini selevel dengan Slank. Punya masalah dengan anggota dewan, karena kebebalan anggota dewan sendiri. Kini, kalau anggota dewan memang membela rakyat kecil, berani nggak menindak rekannya yang berbuat kriminal, dengan merampas properti pihak lain? Jangan karena lawannya seorang petugas keamanan, yang notabene wong cilik, bisa diperlakukan semena-mena oleh wong licik.

Berandai-andai ada penyelesaian, mungkin ketika dimintai keterangan, apa ya jawab JS....
  1. Saya tidak melawan arus, hanya semua kendaraan melawan arah saya.
  2. Saya tidak merampas kamera, privasi saya hanya dilanggar
  3. Akan saya buat UU yang mengubah arah lalu lintas dan akan diberlakukan surut

Ah ... apapun penyelesaiannya, pasti nggak akan diumumkan. Tahu-tahu kasus ini pasti akan dilupakan masyarakat, dan perilaku anggota dewan yang katanya terhormat, tetep begitu saja. Banyak konyolnya, daripada yang bener.

Nggak heran kalau Gus Dur pernah ngomong, kalau anggota DPR mirip bocah TK. Dan kadang-kadang masih minta disuapi. Buat Pak Tumai, sing sabar wae ... mbuh tekan kapan. Eling Pak, sing waras ngalah wae. Maklum, mungsuhe sampeyan bocah cilik, isih seneng rebutan dolanan.

Atau jangan-jangan sudah kena post power syndrome??? Pemilu kan sebentar lagi ....

Salam Damai

Sepuluh Ribu Topan Badai, Tintin Ada Lagi!!!


Pas baca Kompas 200408, nggak sengaja lihat iklan Tintin. Bashi Bazouk!!! TINTIN TERBIT LAGI!!! Akhirnya niatan lengkapi koleksi Tintin bakal kesampaian juga. Maklum, dulu pengen koleksi, tapi apa daya, kantong tak mengijinkan. Setelah kini jadi ambtenaar, punya duit sendiri, niat punya koleksi Tintin komplit bisa kesampaian.

Sebelum Tintin terbitan Gramedia, udah kenal terbitan Indira. Tapi waktu itu belum gitu ngeh sama Tintin, cuma ngerti Tintin, Snowy,
Kapten Haddock, Thomson Bersaudara. Pokoknya waktu itu, bukunya lebar, kira-kira 22 x 32cm ukurannya. di jaman segitu, jangankan buat koleksi, bisa beli sebiji aja udah bersyukur. Terakhir kali, lihat Tintin terbitan Indira, di Gramedia Bintaro Plaza, masih dengan harga belum terjangkau.

Akhirnya, kenal juga Tintin terbitan Egmont. Satu volume, isinya tiga album. Harganya cukup mencekik leher, nyaris 200 ribuan per volume. Setelah kumpulin duit beberapa lama, terbelilah volume 1 dan 4. Lumayan, buat nambah koleksi yang lama. Sialnya, Tintin yang dirilis Egmont, udah gak ada lagi volume lain. Gak jadi deh koleksi Tintin sampe komplit. Cuma mimpi deh.....

Akhirnya, ada kesempatan juga setelag Gramedia menerbitkan Tintin. Memang sih ukurannya lebih kecil. Tapi kata orang bule sono, size doesn't matter. Pokoknya koleksi semuanya. Sekarang, udah bisa cari duit sendiri, ga ada yang bisa halangi buat koleksi Tintin

Slubberdegullions!!!! Ternyata sumber terjemahan Tintin sekarang beda dengan yang udah kukenal lewat Indira maupun Egmont. Kalau Indira, menggunakan terbitan Inggris, Gramedia pakai terbitan Prancis. Pantas saja, Snowy berganti menjadi Milo. Si kembar Thomson dan Thompson, menjadi Dupond dan Dupont. Profesor Cuthbert Calculus menjadi Lakmus. Billions of billious blue blistering barnacle!!! Kudu ngapalin lagi nih tokoh-tokohnya. Yang masih ditunggu sih kosakata dari Kapten Haddock. Apakah masih menggunakan bahasa yang pernah kukenal, atau lebih halus. Kayaknya harus lebih lama penasaran ... Haddock baru muncul di album Kepiting Bercapit Emas, album kesembilan.

Yah ... apapun yang terjadi, Tintin harus punya komplit .... Ditunggu sampai 24 volume ......

Salam Damai ..........

Selasa, 15 April 2008

TV jadi biang kerok (lagi)

Iseng-iseng buka kompas.com, nemu berita menarik, KPI Pusat Peringatkan TPI dan Indosiar. Hmm ... pas dibuka, ternyata soal reality show pencarian bakat

Emang sih kadang acaranya berlebihan. Malah jadi ajang saling menghina. Bisa dibilang, nyanyinya cuma lima menit, tapi komentarnya sejam.

Awalnya sih ga ambil pusing. Mau dilarang tayang, dibatasi, dipindah jamnya, sebodo amat. Lha emang nggak pernah ngikutin kok .... Tapi ada sesuatu yang bikin aku ketawa. Apalagi kalo bukan dasar teguran KPI Pusat.

Menurut KPI, penayangan acara tersebut yang dimulai pukul 1800 mengganggu ibadah shalat Maghrib yang dijalankan umat Islam. Yang bikin bingung, mengapa alasan yang dikemukakan KPI, berkaitan dengan ibadah? Bukankah soal ibadah kembali ke diri masing-masing. Kita mau beribadah, atau menonton itu acara itu kan terserah kita, suatu pilihan yang harus kita ambil. Anggap saja itu godaan. Kalau kita mau jujur, memang siaran TV yang kini sudah 24 jam, bisa mengganggu ibadah semua umat, bukan hanya pada jam tertentu saja. Soal stasiun televisi tidak menyediakan space untuk beribadah, no comment. Ini urusan dalam negeri stasiun bersangkutan.

Alasan kedua yang tidak kalah konyolnya, program ini juga mengganggu jam belajar anak-anak. Bukankah itu semua bergantung kepada orang tua yang bersangkutan. Kalo anaknya harus belajar, tapi orang tuanya malah nonton, terang aja mengganggu. Toh kalau anak belajar, TV dimatikan, masalah selesai. Wong itu TV gak salah kok, malah dijdaikan biang kerok.

Sekali lagi kaum cerdik bangsa ini menunjukkan kebebalannya dengan menyalahkan kotak ajaib bernama TV. Ingat, pilihan ada di tangan kita. Kita yang mengendalikan TV, bukan TV yang mengendalikan kita. Intinya, pengendalian diri.

Salam Damai

Minggu, 13 April 2008

Kode Penomoran Lokomotif PT KA

Iseng-iseng buka arsip milis IRPS dan keretapi, nemu thread yang menanyakan soal kode lokomotif. Daripada besok-besok susah carinya kalo butuh, mendingan dipost di sini. Lagian kalo ada yang perlu kan bisa cek di sini

Lokomotif biasanya memiliki nomor seri XX YYY ZZZ. XX dengan huruf, YYY dan ZZZ dengan angka. Sebenernya apa sih maksudnya?

Kode huruf XX menunjukkan berapa jumlah as roda penggerak
B = 2
C = 3
D = 4
E = 5
F = 6
Kalau ada 2 huruf, misal BB, CC, DD, artinya lokomotif memiliki 2 set penggerak, yang masing-masing punya 2, 3, atau 4.

Kode angka YYY menjelaskan tipe lokomotifnya. Apakah itu lokomotif uap, Diesel elektrik, atau diesel hidrolik.
nomor antara 10-49 : lokomotif uap tanpa tender
nomor antara 50-99 : lok uap dengan tender
nomor antara 200-299 : lok diesel elektrik
nomor antara 300-399 : lok diesel hidrolik

untuk angka ZZZ adalah nomor lok tersebut. Dimulai dari 1, sampai nomor terakhir lok kelas tersebut yang ada.

Contohnya CC 200 15, lok ini memiliki 2 set as penggerak yang masing-masing punya 3 as; memiliki transmisi diesel elektrik; tipe pertama di kelasnya; nomor urut 15 di armada CC 200

Terkadang di belakang nomor seri ada huruf R. Ini menandakan lok tersebut sudah pernah mengalami retrofit repowering. Contoh CC 201 136R

Kalau ada kesalahan mohon dikoreksi, terima kasih

Sabtu, 12 April 2008

Diturunkan dari Pesawat

Seperti biasa, tiap pagi selalu buka Jawa Pos Online. Lumayan bisa dapet berita dari kampung lewat Radar Jogjanya. Tapi hari ini aku dapet berita yang cukup menggelikan. Seorang penumpang diturunkan dari Mandala karena ngotot menggunakan HP

Hmm ... aksi pilot cukup tepat. Dengan alasan safety, lebih baik penumpang yang ngeyel diturunkan daripada mempertaruhkan seisi pesawat. Tapi bukan ini yang pertama kali terlintas dipikiranku

Hal yang pertama kali terlintas malah adegan film Warkop (judulnya lupa) yang mana seorang penumpang dilempar keluar karena bikin ribut di pesawat yang disewa Dono dan Madona. Padahal yang bikin keributan si ayam Dono. Asli, ngakak gw kalo liat itu film lagi. Padahal itu pelem dah berapa kali diputer.

Gak bisa dibayangkan kalo si penumpang diturunkan a la warkop, dibuang di udara. Seru kali ....

Sabtu, 29 Maret 2008

Resensi Ayat Ayat Cinta a la Railfan

Hmm ... akhir-akhir ini "Ayat Ayat Cinta" lagi booming. Di mana-mana pada ngomongin ntu pelem. Bahkan RI 1 dan 2 juga ikutan nonton. Bikin penasaran juga itu pelem, apa sih hebatnya, sampe sampe (katanya) ditonton lebih 2 juta penoton, belum termasuk yang nonton lewat versi bajakannya.

Biar gak penasaran, iseng-iseng tanya sama yang udah nonton AAC, katanya sih bagus. Kebetulan di kantor ada anak magang yang mau nonton tuh pelem. Langsung aja aku minta puter dikit dia punya monitor, biar aku bisa ikut ngeliat.

Gak tau kenapa, kok langsung nemuin yang menarik di AAC, pas adegan si lelaki (gak ngerti sapa namanya) di gerbong kereta. Katanya sih settingnya di Mesir (bener gitu di negeri Firaun?), tapi kok keretanya KRL Jabotabek (kalo gak salah Tokyu 6000). Usut punya usut, dapet juga behind the scene nya. Ternyata itu adegan bener-bener pake KRL Jabotabek, dan scene takingnya di MRI (kalo ga salah denger). Alih-alih dapet kereta luar negeri, dapetnya KRL Jabotabek yang dipermak seolah-olah di Timur Tengah. Begitu ganti adegan, langsung dah gak ada nafsu buat nonton. Habisnya adegan di kereta miskin banget.

Mendingan nonton Warkop. Masih bisa liat CC 201 26 livery hijau kuning narik kereta K3 (kalo nggak salah) livery merah putih, kaya si belo kuda troya. Bener-bener keliatan gagah itu kereta. Kalo memang bener K3, ga tau kenapa kok kelihatan bersih. Apa mungkin tahun 80an orang masih peduli sama kereta? AAC apaan, cuma keliatan dalemnya doang. Gak keliatan bodi luarnya. Lagian paling lama cuma sekitar 5 menit aja.

Mungkin gak level kalo AAC dibandingin sama komedi slapstick ala Warkop DKI. Kalo dibandingin sama Daun di Atas Bantal, masih jauh. Bagusan DdAB, ada pesan moralnya. Cukup jelas pesannya, jangan naik di atap kereta, kalau tidak ingin mati konyol. AAC adanya ribut-ribut di dalam kereta.

Sama "Raja Jin" buatan tahun 70an, tetep masih menang jauh. Kehidupan seorang petugas PJL yang dibumbui sedikit humor. Si petugas yang dipecat, karena menutup pintu tanpa ada perintah dari stasiun tapi desakan pemilik warung di sebelah PJL yang dijaganya, di akhir cerita menyelamatkan rangkaian kereta dari PLH akibat relnya menggantung. Raja Jin berlari di tengah hujan sambil membawa lampu hansin yang menunjukkan semboyan 3. Aksi heroik yang menyebabkan Raja Jin diangkat kembali jadi petugas PJL.

Pesaing lain, ada "Kereta Api Terakhir" yang menggunakan lok D52 dan 2 buah gerbong CR. Belum pernah liat sih, tapi katanya menggambarkan hijrahnya Divisi Siliwangi ke Jawa Tengah. Bahkan sampai tahun 90-an masih ada KLB napak tilas dengan D52. Pokoknya AAC ga ada artinya

Tapi yang jadi masterpiece pelem sepur bagiku ya Tragedi Bintaro. PLH terbesar sepanjang sejarah perkeretaapian Indonesia yang terjadi 19 Oktober 2007 antara KA 220 dan KA 225 digambarkan sangat detil, sampe adegan adu lok, korban yang kepala sama kakinya pisah. Pokoknya serem dah. Gak kebayang kalo liat aslinya .... Ini masuk list wajib ditonton railfan. AAC gak masuk list dah ....

Kalo yang versi luar negeri, bisa cek di Undersiege 2: Dark Territory punya Steven Seagal. Kan endingnya PLH di BH antara sepurnya si Casey Ryback dan KA Ketel. Tapi PLH yang ini ngibul alias fiktif. Sepurnya sih bagus, tapi yang ditonjolin cuma aksi berantemnya doang.

Sebenernya sih masih ada pelem lain yang ada sepurnya, tapi terlalu banyak kalau mau disebutin satu per satu. Contoh, Money Train, Death Train. Dan kalo disebutin semua, kasihan AAC, adegan di sepurnya dikit, dibandingin sama pelem yang adegannya di kereta melulu

Yah, beginilah resensi film versi railfan. Yang diresensi bukan ceritanya, tapi sepur apa yang ada di sana, di stasiun mana. Buat yang suka AAC, ga usah sakit hati. Namanya juga main-main. Gak perlu dipikir serius ....

Salam Sepur

Minggu, 23 Maret 2008

Pesawat vs Sepur

Sembari menunggu keberangkatan KA 78 dari BD menuju SLO, bersama seorang railfan sedikit berbincang mengenai penutupan sebuah maskapai penerbangan. Setelah ngobrol ngalor ngidul yang nggak jelas juntrungannya, akhirnya kita sepakat kalau sepur lebih hebat dari montor muluk. Hal ini terbukti dari :

  1. Sepur punya suling, alias semboyan 35
  2. Buntut sepur punya sekip semboyan 21
  3. Bisa cabriding (pake T-23 legal dilakukan). Kalo di pesawat bisa disangka pembajak
  4. Bisa beli tiket suplisi di atas kereta
  5. Bisa Side Riding / Backriding
  6. Kalo mogok pas perjalanan, nggak perlu takut, pasti dipanggilkan lokpen. Kalo pesawat mogok pas perjalanan, sport jantung
  7. Kalo sepur kita telat sampai tujuan, makin seneng. Pesawat kita telat sampai tujuan, jangan-jangan ....
  8. Bisa sambil wisata kuliner di perjalanan
  9. Kalo sepur lewat, presiden aja ngalah
  10. Bisa liat yang ijo-ijo dari dekat.
  11. ....... (bisa ditambahkan)

Nggak usah dipikir serius, namanya saja wong edan sepur nggak ada kerjaan, obrolannya juga seputar sepur yang paling hebat dibanding kendaraan lainnya. Yang nganggap lucu, tertawalah sebelum tertawa itu dilarang. Yang nggak suka, nggak maksa untuk suka.

Salam Sepur ....

Jumat, 14 Maret 2008

Pelayanan: Tantangan atau Kesempatan

Beberapa waktu lalu, ada SMS masuk ke nomerku. Isinya cukup singkat (lah namanya aja Short Message Service, pasti singkat lah.) "Bro, lo mau ga gabung di pelayananku? Balas!!!"

Hmm, suatu pilihan yang sangat sulit bagiku. Padahal tinggal jawab ya atau tidak. Jawaban apapun yang akan aku berikan, nantinya akan aku pertanggungjawabkan di depan Sang Pemberi Hidup. Ah ... aku harus segera mengambil keputusan.

Aku melihat ini sebagai suatu kesempatan untuk menggunakan talenta yang telah Ia berikan. Apakah aku dapat bertanggung jawab terhadap talenta yang Ia berikan, mendapatkan untung, atau hanya aku simpan rapat-rapat saja. Memang, aku menyadari, kalau Ia telah memberikan bermacam-macam berkat bagiku. Dan mungkin, apa yang ada di genggamanku, adalah yang diimpikan oleh orang lain. Aku melihat, pelayanan ini adalah satu cara untuk berbagi berkat bersama mereka.

Di sisi lain, aku melihat pelayanan ini sebagai suatu tantangan. Aku masih teringat, ketika aku dikecewakan oleh rekan-rekan sepelayanan. Masih terasa sakitnya sampai sekarang. Suatu tantangan yang cukup berat, karena aku harus terjun di pelayanan yang tidak jauh berbeda dengan apa yang aku alami dulu. Singkatnya, kemungkinan aku akan kembali kecewa, sangat besar.

Inilah tantangan, di mana aku harus menyangkal diriku sendiri, menghilangkan semua egoku dalam melayani Dia. Memang, dalam pelayanan, kita pasti (sering malah) dikecewakan oleh orang-orang di sekitar kita. Bahkan yang paling sering mengecewakan kita adalah rekan-rekan sepelayanan kita. Kalau kita masih memegang erat-erat ego kita, pastilah akan merasa kecewa, dan lebih baik undur diri. Tapi kalau kita mau all out dalam pelayanan, tinggalkan ego kita.

Memang sih ngomong aja gampang, melakukannya itu yang susah. Kalo orang Jawa bilang, itu jarkoni, iso ujar ora iso nglakoni. Buktinya, aku sempat undur dari pelayanan karena perasaan kecewa. Belum pulih sakit hatiku, aku harus terjun kembali di pelayanan yang tidak jauh berbeda. Kalau masih ingat yang dulu, rasanya malas untuk kembali ikut serta di pelayanan.

Ah .... Akhirnya aku mengambil keputusan untuk mengambil kesempatan untuk melayani. Sekaligus menghadapi tantangan untuk berani meninggalkan masa lalu yang penuh dengan kekecewaan di pelayanan sebelumnya dan sanggup untuk menyangkal diri. Aku jawab SMS temanku dengan 2 huruf, YA ....

May God 'Elp All Of Us ....

Nyeberang Jalan

Sepulang PD di gereja, seperti biasa aku pulang lewat Jalan Merdeka, Braga Weg, Homan dan Pangarang. Sepanjang perjalanan, ga ada yang istimewa. Jalan Merdeka dengan trotoar yang sepi, Braga Weg yang hidup di waktu malam, Homan yang gelap dan Pangarang yang rame jualan makanan.

Cuma ada satu hal yang menarik. Di zebra cross ujung Braga Weg dengan Asia Afrika, menyeberanglah aku bersama seorang bule dan pasangannya, kayaknya guidenya. Si mister ini nyeberang jalan yang rame sambil menghentikan mobil yang lewat a la Terminator (emang terminator nyegat mobil????) Dan semua mobil berhenti atas perintah sang mister. Walhasil si mister ini berhasil nyeberang dengan selamat.

Salut gw sama mister yang satu ini. Bukan masalah nyeberang di jalan Asia Afrika yang rame, tapi dengan aksinya menghentikan kendaraan yang lewat. Mbok sampeyan eling to mister, sampeyan itu lagi ada di mana .... Kalo di negeri sampeyan, sampeyan mau nyeberang jalan, mobil pada ngalah, lah kalo di sini, udah jatahnya nyeberang masih diserobot sama mobil.

Pesan buat mister, eling sama pepatah "While in Rome, Do as the Romans Do" Tapi jangan semua ditiru mister. Berhubung lalu lintas di sini semrawut, jangan ikut-ikutan semrawut. Banyak orang nggak tertib, jangan diikuti. Berbuat sewajarnya aja mister. Kalo mau nyeberang, nunggu agak sepi dulu, baru nyeberang. Daripada sampeyan disumpahi sama orang Indonesia yang (katanya) ramah itu.

Pokoknya, Selamat Datang di Indonesia deh mister, jangan kapok ya datang ke negeri ini ....

Jumat, 29 Februari 2008

Pelantikan Ketua PP

Akhirnya calon tunggal ketua PP udah dilantik tanggal 290208 di GKJB. Ga tau kenapa cuma ada calon tunggal. No comment dah soal ini. Lagian di milis udah banyak berpolemik soal ini, mulai dari nggak ada yang mau jadi ketua dengan 1001 alasan, hingga kontroversi soal pendatang vs warga asli.

Pas pelantikan, sebelum jam 1820, gak ngerti apa yang terjadi, coz aku datang telat. Maklum abis macul, hehehe .... Lagian acara mulai jam 1700. Pas aku datang, udah tinggal acara pesan dan kesan aja (dan tentunya ramah tamah, alias makan, hehe ....)

Pesan pertama, dari Pak Wahyu. Beliau berpesan, agar kita tetap memiliki semangat dan motivasi pelayanan. Jangan mudah menyerah dengan kesulitan, walaupun banyak aral. Kadang kita berlindung di balik kesulitan dan berkata, mungkin Tuhan tidak mengizinkan. Jangan pernah kita berpikiran seperti itu. Selama peluang masih ada, kita jalan terus. Baru setelah mentok, kita boleh menyerah, jangan nekat. Intunya, jangan menyerah sebelum kalah. Kalau memang kalah, ya harus menyerah.

Disambung oleh Om Sulis, dengan flashback sepak terjang PP sejak kabinet Daton dengan segala kegiatannya, mulai dari di Lembang, Bogor, hingga di Banyumas. Sebagai majelis, beliau berjanji akan mendukung kegiatan PP, memberikan perhatian, inspirasi dan inisiatif, serta memberikan masukan bagi PP. Khusus buat kepengurusan Uta, diharapkan agar ada kegiatan ke luar, maksudnya kerja sama dengan pelayanan pemuda lainnya, antar gereja maksudnya, bukan cuma ada acara main di luar, hehehe .... Udah ada tawaran dari Cibunut tuh bos ....

Om Sulis juga minta PP memberikan masukan kegiatan kerja sama seperti apa, agar ditindaklanjuti, sehingga kegiatan PP bisa berkembang. Semoga PP bukan hanya membuahkan hasil di dalam, tetapi juga hasil di luar. Untuk kegiatan di luar, majelis akan mendukung untuk kegiatan PP ke depannya. Untuk Pak Ketua, semoga rencana yang dipegang Pak Ketua boleh berjalan dengan pertolongan Tuhan(Uh .... ribet amat nyusun kata-katanya ... hehehe)

Selaku mantan ketua, Condro juga menyampaikan pesan dan kesannya. Ternyata dia pernah "menubuatkan" (atau kutukan???) kalau suatu saat nanti Uta haru jadi ketua PP, dan sekarang bisa terwujud. Berusaha tetep bisa menyelesaikan masalah, nggak gampang nyerah dan setiap masalah kalo bisa di share sama teman lain, jangan dipendem sendiri. Pokoknya selamat melayani, selamat bersusah-susah di PP (tapi tetep asik kok), jadi berkat di PP dan lingkungan.

Giliran Daton, Uta diharapkan nggak takut menghadapi masalah, dengan pendeta sekalipun, coz kita punya Tuhan yang besar. Ngandalin Dia pun udah lebih dari cukup. Nggak usah mikir yang susah-susah, kadang solusi muncul dari pemikiran yang sederhana. Kalo orang bule bilang KISS, Keep It Simple, Stupid!!! Jangan sampai juga ide kreatif kita dikebiri, kaya ngecet gereja, bersihin kamar mandi, sebagai wujud kepedulian kita pada gereja. Overall, sebagai satu persekutuan, kita saling bantu dalam melayani, jangan diem aja .... Jangan lupa, persiapkan calon-calon pemimpin masa depan. Pemimpin yang baik pasti punya penerus yang baik pula.

Sekarang Indra yang menyampaikan pesannya. Kesan pertama dari rekan-rekan alumni PP, selamat buat Uta yang mau meneruskan kepempinan PP, meski calon tunggal. Satu hal yang menjadi pertanyaan bersama, PP akan dibawa ke mana, setelah Uta jadi ketua. PP jangan hanya berjalan seperti biasanya. PP harus bisa menciptakan ide-ide kreatif yang baru. Kalo ada yang bilang PP lagi krisis, disadari atau tidak, emang PP lagi krisis, terlepas kita menyadarinya atau tidak, seolah-olah kita tidak punya jatidiri. Kegiatan kita cuma kegiatan biasa, dan berapa persen sih yang bisa bertumbuh melalui PP GKJ? Semoga kita mau terlibat dalam pelayanan di PP, tidak semata-mata terjebak dalam rutinitas belaka.

Mama Vera juga ikut mengenang masa-masa pemudanya, kalau ada kegiatan ke luar, pasti melibatkan seluruh warga gereja, dari dewasa sampai tua. Beliau juga berpesan, PP diharapkan memiliki program kerja. Jangan sampai kegiatan PP bentrok dengan program kerja bidang pelayanan lain.

Pak Swasono juga nggak ketinggalan menyampaikan pesannya. Mengapa pemuda dari 8 wilayah menyusut hanya menjadi satu persekutuan, PP? Perubahan yang signifikan ini, harus dikelola lebih baik. Dan program yang ada, hendaknya kita dukung bersama. Satu tantangan bagi kita, mengapa kelompok PA pemuda yang pernah ada, apabila mengadakan acara pemuda gabungan, jumlahnya tidak lebih dari anggota salah satu kelompok PA tersebut.

Itulah sekilas laporan pandangan mata dari pelantikan ketua PP GKJB. Sori kalo bahasanya jadi berbelit-belit dan susah dicerna. Memang begitulah keadaanya. Anyway, buat kabinet baru selamat bekerja, dan selamat melayani. Mari kita sama-sama melayani di dengan segenap hati agar nama Dia dapat dimuliakan .....

#akhirnya selesai juga nulisnya#

Selasa, 26 Februari 2008

KA 78 220208

Akhirnya naik KA 78 lagi,dalam rangka pulkam ke Magelang via YK. Hmm ... akhirnya ketemu lagi teman2 di stasiun BD. Kali ini ketemu Pak Eko (KSB BD), Pak Mateta (Kahumas Daop 2 BD), dan teman dari Dipo lok BD.

Ngobrol sana sini, ternyata Pak Edy (Kadaop 2) mutasi ke Daop 4, dan penggantinya dari Daop 5. Gak masalah sih, yang penting mau "dìrepotkan" oleh railfan kaya kita (maunya) hehehe .... Belakangan ini juga lagi musim PS, sampai-sampai Pak Cahyo, WKSB BD, ikut PS.

Kali ini juga,nggak kaya biasanya, gak banyak tingkah. Langsung cari kereta exa 1 seat 8a, duduk diam, posting. Biasanya sih masih sempat pencilakan dan pethakilan di bordes. Maklum habis begadadang semaleman, dapat order dari juragan W.

Gak ada yang spesial sih di trip ini, paling-paling KA 78 telat 2 menit berangkat dari BD, baru berangkat 2002, ditarik CC 203 10.

2009, tertahan di sinyal masuk Cikudapateuh, baru bisa lewat Cikudapateuh jam 2014, silang dengan KA lokal, Jim West atau KA Bandung Raya, nggak ngerti. Untung aja ada beberapa teman yang online, jadi nggak bosen (aneh, railfan kok bosen naik kereta?).

2018, masuk KAC, berjalan langsung. 2021 lewat Gedebage. 2025 lewat Cimekar/Rancaekek, gak yakin sih, yang jelas di antara keduanya. Haurpugur dilewati pas 2033. 2036 berjalan langsung di CCL. Selepas CCL, KO.

Tau-tau, udah nyampe Tasikmalaya 2232 buat berhenti biasa. Suhu K1-64506R diset 19.5 derajat, lumayan dingin. Di kiri ada sekitar 10 gerobak kurs balas di emplasemen timbangan. KA 78 lepas dari Tasikmalaya 2237

Di Banjar, cuma berhenti sesaat aja, jam 2317. Tapi di Banjar ada CC 201 stabling. Sampai Cipari 0000. Abis tu KO lagi ....

Sampai sepur 3 YK 0330, langsung lirak-lirik cari objek. Di sepur 6, nongkrong KRDE Prameks Kuning dengan nomor kereta KDE3-07201 - KDE3-07205. Di sepur 1 KRD Prameks stabling. Jam 0335, KA 78 meninggalkan YK menuju SLO

Jam 0341 masuk Argo Lawu yang ditarik CC 203 16 milik dipo induk YK dan diberangkatkan menuju SLO jam 0346

0518 masuk KA Senja Utama YK dengan formasi 8 K2 dan 1 KMP2 di sepur 5 yang ditarik CC 201 48 denga livery merah biru. KA Kahuripan ditarik CC 201 14R berjalan langsung di YK menuju LPN jam 0535 di sepur 5

CC 201 49 yang membawa Senja Utama Solo masuk jam 0647 dan berhenti selama 7 menit. Ada yang cukup mengganjal, kereta K2-66504 milik SLO bentuknya mirip kereta K3, dengan ventilasi di atas jendela. Apakah K2-66504 dulu merupakan K3, dan naik kelas setelah PA, atau seri K2-665xx memang seperti ini?

Yang disayangkan, banyak yang nyolong tarif jadi free riders ke SLO pakai Senja Utama Solo. Padahal mereka bisa naik KA 482 Prambanan Ekspres yang berangkat jam 0603. Kalau dihitung-hitung, sampai di SLO nggak jauh beda, sekitar jam 0700.

Kereta terakhir yang kulihat adalah Taksaka GMR - YK yang masuk jam 0556 ditarik CC 203 01 milik YK.

Sayang KA Ketel maupun kurs pupuk nggak ada yang lewat. Mungkin lain waktu mereka bakal nongol

Sampai jumpa di trip berikutnya

Senin, 25 Februari 2008

Tipu Tipu Part 1

Tempo hari baca di Pikiran Rakyat, ada penipuan yang berkedok pencarian tersangka kasus narkoba. Modusnya, penipu mengaku dari polisi, menyuruh kita mematikan HP dengan dalih nomer HP kita sudah diduplikasi sindikat narkoba. Untuk membantu polisi, kita diminta untuk mematikan HP.

Di saat kita mematikan HP, si bandit mengabarkan kalau kita mengalami kecelakaan parah, sampai sampai kepala pisah sama kakinya (itu kata Kasino, hehehe ....) Banditnya mengaku sebagai dokter, yang minta uang untuk tindakan medis darurat, dan harus ditransfer dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, agar umur kita bisa diperpanjang.

Terang aja, keluarga mana yang nggak bingung bin panik ketika saudaranya berjuang di antara hidup dan mati. Kalau mau confirm kita, terang aja, nggak bisa. Lha wong menurut petunjuk daripada bandit yang terkutuk, hp kita dimatikan ....

Sebenernya sih tipu-tipu macam gini sih, bisa ditangkal, meski kita belum tentu menangkap banditnya. Ketika kita ditelpon seseorang, yang mengaku kasat serse polres anu lah, kasat narkoba polresta anu, atau perwira polisi di mana saja, bahwasanya nomer kita telah diduplikasi oleh sindikat narkoba, atau sindikat lainnya, nurut nurut aja. Kalo suruh matiin hp, bilang aja nggih pak. Sapa tau yang nelpon bukan bandit, tapi polisi betulan, kalo ngeyel, bisa-bisa kena tuduh membantu tindakan kejahatan dan bisa gawat urusannya. Soal gimana nomer kok bisa diduplikasi, ga ngerti gw.

Langkah berikutnya, matiin hp kita, yang katanya diduplikasi nomernya. tapi JANGAN LUPA menghubungi keluarga, kalau HP kita sedang dimatikan, karena (katanya) sudah diduplikasikan. Masih katanya lagi, untuk menangkap bandit, HP kita dimatikan.

Logika kalau memang diduplikasikan nomer hp kita, Kalo kita punya 2 nomer HP, paling-paling cuma 1 nomer aja yang diduplikasi. Kalo sampe 2 nomer, banditnya niat amat ya, sampe semua nomer punya kita diduplikasi semua. jangan-jangan banditnya malah temen sendiri, hehehehe ..... Kalau kasusnya kaya gini (kita ada lebih dari 1 nomer), matiin aja nomer yang katanya diduplikasi, dan biarkan nomer yang lain tetep on, biar kita tetep bisa dihubungi keluarga.

Kalau kita cuma punya satu nomer hp, ya hubungi keluarga dulu, buat jaga-jaga, plus kasih tau posisi kita ada di mana, kita sedang apa, dari mana mau ke mana, dlsb. Termasuk ke mana menghubungi kita, selama HP kita black out. Bisa ke temen sekantor, bos, kantor, pacar, selingkuhan, atau apapun, terserah sampeyan. Pokoknya sampeyan sama keluarga sampeyan, bisa saling tahu posisi.

Nah, ketika bandit yang terkutuk mengabarkan kalau ada anggota keluarga yang mengalami kemalangan yang sangat parah cideranya, sampai-sampai kepala pisah sama kakinya, si penerima kabar jangan panik dulu. Cek dulu ke kantor, teman, maupun tempat yang biasa dikunjungi anggota keluarga yang dikabarkan mengalami kemalangan. Nggak usah didatengin, ditelepon aja. Jangan sms, ntar kelamaan. Lagipula si bandit juga masih baik kok, kasih waktu 30 menit sampai 1 jam buat transfer duitnya. Dia juga mikir, kalo kita nggak punya mesin atm di rumah. Waktu yang diberikan sama bandit yang baik (mana ada bandit yang baik), kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Jangan lupa tanya ke mas/mbak banditnya, saudara kita ditangani di rumah sakit apa dan tanya dokter yang menagani. Kalo udah tau di rumah sakit apa, bisa dicek ke rumah sakit bersangkutan dulu, per telpon (masa nomer telpon rumah sakit ikut diduplikasikan juga). AWAS, jangan tanya nomer telpon rumah sakit ke mas/mbak penipunya, tanya ke 108 (hebat juga kalau 108 bisa dilibatkan). Kalau tanya ke bandit, iindikasikan nomer yang diberikan si bandit, nomer punya komplotannya.

Kalo dicek saudara kita sehat walafiat bin segar bugar, 100% mas/mbak banditnya gagal. Tapi kalo pas dicek ke kantor, rekan, maupun contact person selama hp kita black out, mereka tidak tahu di mana kita berada, bisa dicek ke rumah sakit yang disebutkan oleh si bandit. Seandainya jawaban rumah sakit yang dihubungi negatif, si bandit sudah kalah.

Emang sih kalo udah panik, akal sehat bisa terlewati. Tapi dengan kewaspadaan bisa mementahkan segala tipu daya. Untuk berjaga-jaga, simpanlah nomor kantor atau rekan daripada saudara yang kita sayangi, untuk menghindari penipuan dengan modus seperti ini. Kata bang napi, kejahatan terjadi bukan karena hanya ada niat pelakunya, tetapi juga kesempatan. WASPADALAH, WASPADALAH

Rabu, 20 Februari 2008

Hasan, Bocah Penjaga Perlintasan Kereta Api di Kaliombo

Upahnya untuk Obatkan Sang Ayah ke Rumah Sakit
Hujan deras tak menyurutkan semangatnya. Berteman jas hujan dan bendera merah kumal. Umpatan pengendara motor pun jadi hal biasa. Menjadi santapannya sehari-hari.

AHYA ALIMUDDIN, Kediri
---

Kulitnya legam, menandakan sering terkena sengatan sinar sang mentari. Topi dan celana pendek yang dikenakan membuat penampilannya mirip Si Bolang. Tokoh film anak-anak yang di putar salah satu stasiun televisi swasta.

Tubuh kecilnya terlonjak dari duduknya ketika lamat-lamat terdengar suara kereta dari jauh. Bocah kelas VIII SMPN 7 Kediri ini kemudian berdiri di tengah jalan beraspal. Mengacungkan bendera merah kumalnya. Menyetop kendaraan yang hendak melintasi rel.

Ya, bocah bernama lengkap Muhammad Hasan Basri ini memang seorang penjaga pintu perlintasan kereta api (KA). Tapi, tentu saja, bukan petugas resmi dari PT KA. Hasan adalah penjaga sukarela satu dari sekian banyak perlintasan KA yang tak berpalang pintu. Lokasi ̢۪tugasnya̢۪ di Jalan Kaliombo Kota Kediri.

"Saya di sini (jadi penjaga perlintasan KA, Red) sejak kelas 5 SD," cerita Hasan.

Itu berarti tiga tahun silam. Dan selama itu, Hasan bertugas mulai pukul 14.00 hingga menjelang maghrib. Dia meninggalkan posnya bila ingin makan atau salat.

Di antara penjaga perlintasan KA tak berpalang pintu yang ada di Kota Kediri, hanya Hasan yang seorang bocah. Dua rekannya di tempat itu juga orang dewasa. Yaitu Suparjan, 61, dan Suprih, 37.

Perbedaan usia itu justru memudahkan pembagian waktu kerja ketiganya. Suparjan, atau akrab disapa Mbah Jan, kebagian ̢۪shift̢۪ pagi. Mulai pukul 06.00 hingga 14.00. Setelah itu diganti Hasan yang sudah menyelesaikan waktu sekolahnya. Usai Hasan, giliran Suprih yang bertugas hingga kereta terakhir lewat. Yakni sekitar pukul 23.00.

Awalnya, Hasan hanya iseng jadi penjaga perlintasan di situ. Lama-kelamaan jadi rutinitas. Apalagi setelah didukung oleh Mbah Jan. "Daripada hanya dolan saja, saya sarankan tetap menjaga (perlintasan KA, Red)," kata kakek satu cucu tersebut.

Saran Mbah Jan memang tepat. Dari pekerjaannya itu, Hasan bisa mendapatkan uang antara Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu per harinya. Uang itu dari tip yang diberikan pengendara motor yang melintas.

Penghasilan sebanyak itu sangat membantu Hasan yang ayahnya hanyalah tukang becak. "Untuk bayar sekolah dan beli buku," tuturnya lirih.

Sebagai tukang becak, penghasilan ayah Hasan hanya cukup untuk makan. Sedangkan upaya ibunya jadi buruh cuci juga tak banyak membantu. Dengan mengandalkan upahnya tersebut, kini Hasan benar-benar bisa mandiri. Sejak tiga tahun lalu, Hasan tak lagi jadi beban orang tuanya. Biaya study tour hingga syukuran khitanan dirogoh dari kocek Hasan sendiri.

Hasan bahkan masih bisa membantu orang tuanya. Bila uangnya masih tersisa, diserahkannya pada Sriani, sang ibu.

Suatu ketika, ayah Hasan harus opname di rumah sakit karena infeksi lambung. Uang yang diberikan Hasan itu juga yang digunakan untuk melunasi sebagian biaya.

Tapi, bukan hanya cerita suka yang diperoleh Hasan selama tiga tahun bertugas. Dukanya, kalau hujan dan ada pengendara yang ngeyel. Tak jarang, Hasan jadi sasaran caci-maki pengendara yang tak sabar menunggu kereta melintas. "Biasanya mereka protes lha wong keretanya masih jauh kok sudah distop," lanjut anak keenam dari tujuh bersaudara ini.

Menurut Hasan, dulu pernah ada bocah lain yang juga ikut menjadi penjaga perlintasan. Sayangnya, bocah cewek yang masih kelas 6 SD tersebut tak meneruskan karena malu. Ini berbeda dengan dirinya yang tak malu melakoni pekerjaan seperti itu. Dia pun bertekad tetap menjadi penjaga perlintasan walaupun nanti masuk ke sekolah yang lebih tinggi.

Apalagi, walaupun harus nyambi bekerja seperti itu ternyata tak mempengaruhi prestasi Hasan di sekolah. Dia selalu menyempatkan diri untuk belajar sehabis bertugas. Hasan juga tetap bertugas walaupun tengah ujian.

"Nilainya cukup baik, malah di atas rata-rata kelas," tutur Riyadi, wakil kepala SMPN 7 Kediri.

Pihak sekolah, menurut Riyadi, sangat paham dengan kondisi anak didiknya itu. Mereka juga beberapa kali memberi bantuan. Baik itu lewat dana sosial maupun zakat. (fud)

RADAR KEDIRI Rabu, 20 Feb 2008

Minggu, 17 Februari 2008

Teman, Yang Datang dan Yang Pergi

"Tom, kita sedih saat lo ngomong bakal ninggalin kita, karena pindah kerja. Tapi ternyata, lo nggak jadi pindah dari Bandung, dan kita yang malah ninggali lo ...." Penggalan arsip chatku dengan seorang teman tanggal 191207 di suatu tempat antara BD - Tasik. Yah ... di sepanjang perjalanan BD - YK, aq memang sering online, setidaknya buat menjumpai my online buddy yang far-far away di sana.

Entah kenapa, potongan pembicaraan itu, kini makin terngiang-ngiang di kepalaku. Mungkin dalam waktu dekat, aku bakal ditinggal pergi my buddy dalam waktu yang cukup lama. Emang sih, dia pergi buat mengejar mimpi-mimpinya, dan apapun yang aku lakukan nggak akan dapat menghalangi kepergiannya.

Teringat pembicaraan semalam, saat habis nganter Laras, sepulang nonton 1408. "Buat kita, sekarang emang udah saatnya. Gw, udah kerja dan nggak bisa sering2 balik Bandung lagi. Lo sibuk dengan kerjaan lo sendiri dan rencana lo mau kuliah lagi. Debbie sama Anggi bentar lagi kerja. Si Yonda juga udah kerja. Astu sendiri, ga tau mau balik ke Bandung kapan. Makanya kalo gw ada kesempatan main rame-rame, gw bakal main sepuas-puasnya."

Yah ... emang, sekarang udah saatnya untuk hidup lebih serius, nggak cuma ngumpul-ngumpul aja, terus seneng-seneng sendiri. Memikirkan masa depan yang penuh ketidakpastian.

Sering kali aku bertanya, mengapa aku harus kehilangan my buddy saat aku menikmati "saat-saat gila" bersama mereka. Tapi meski jauh dari mereka, aku tetap menemukan temen-temen yang sama "gilanya" dengan mereka. Itu yang aku rasakan sejak lulus dari damn Gladiool High School.

Pas SMA, aku bisa menemukan kegilaan bersama Yosi, Theo, Andre, Yoyo, Kasdu, Dimas, KS, Wuri, Timo, Maya, John, Erika, dan temen2 persekutuan lainnya. kalo disebut semua bakal panjang banget.

Ketika harus tercerai-berai, karena kuliah, aku menemukan orang-orang seperti Bowo, Kristi, Aji, Dewi, Julius, Ary, Christine, Niken, Bayu, Timmy, dan temen-temen lain di GKI Bintaro Utama.

Begitu juga ketika aku pindah ke Bandung. Aku harus berpisah dengan mereka. But, Tuhan telah menyediakan teman yang nggak kalah gilanya di PP. Seperti Astu, Daton, Debbie, Anggi, Yonda, Samuel, Rini, and the gank.

Aku nggak tahu berapa lama kegilaanku bersama mereka. Dan sekarang, di antara mereka sudah mulai sibuk dengan kegiatan mereka. Kita sudah jarang ngumpul bareng, dan kalo ketemu pun cuma lewat YM. Tak tahu lah ....

Anyway, makasih buat semua yang telah kalian berikan untuk melakukan semua kegilaan yang ada .... Aku nggak akan lupakan semua kebaikan kalian. Keep in touch buddy, God Bless You All .....

Senin, 11 Februari 2008

Kecewa ...

Pagi-pagi, pas sibuk bikin laporan mingguan, tiba2 masuk instant message dari seorang teman.

"Sis, ada waktu g buat gw?"

"Gw lagi ada masalah. Kali ini gw serius."

Hmmm, jarang-jarang dia kirim pesan kaya gitu. Biasanya kita becandaan terus kalo lagi chatting. Pesan ini naga-naganya my buddy lagi ada masalah yang bener-bener serius.

"Sis, kayaknya gw mundur deh dari pelayanan gw. Gw udah terlalu sering dikecewakan.Gw udah sakit ati sama mereka. Daripada gw terus-terusan makan ati, mendingan gw yang mundur teratur aja. Tolong kasi tau temen2 sepelayanan gw. Makasih sebelumnya. GW cabut dulu yak. GBU."

Benar dugaanku. Masalah yang cukup serius. Aku udah ngerasa kalo dia bakal ngambil keputusan kaya gini, mundur dari pelayanannya yang sekarang. Cuma gw belum tau kapan waktunya aja.

Aku juga pernah ngerasain hal yang sama kaya elu. Berkali-kali dikecewakan dalam pelayanan. Kalo nggak inget, siapa yang gw layanin, Our Awesome God, udah gw sabotase tuh acara. Bayangin aja, udah capek2 nempuh jarak belasan km sebagai rasa tanggung jawab gw di pelayanan, eh begitu tiba di site, mereka pada ngomong, lo udah ada yang gantiin. Pikir gw, kenapa ga ada yang info gw kalo udah digantiin. At least sms lah. Gw kecewa berat sama semua rekan sepelayanan. Gw juga mau ambil keputusan buat mundur total. Tapi keputusan itu gw pertimbangkan lagi, secara gw diingeitin My Heavenly Father, apa tujuan gw melayani.

Emang di pelayanan kadang (sering bahkan) kita dikecewakan, termasuk rekan sepelayanan kita. Di sinilah kita diuji. Apakah motivasi kita melayani Dia? Apakah karena kerinduan kita? Tugas dan panggilan dari-Nya? Ataukah kita hanya mengejar kemegahan diri sendiri?

Kalo lo baca blog gw, gw serahin keputusan, soal pelayanan. Apa lo mau mundur, apa mo kembali. Kalo lo mundur dari pelayanan lo, gw harap lo nemuin panggilan pelayanan lo di tempat lain. Tapi kalo lo, mau balik lagi, gw mau jadi rekan sekerja lo. Gw tunggu jawaban atas panggilan Our Father. GBU

#vero#