Halaman

Waktu menunjukkan

Pencarian

Sabtu, 31 Mei 2008

BLB di Cimekar

KA 78 300508 bakal telat bagi sebagian penumpang, tapi bagiku bonus. KA 78 harus BLB di Cimekar karena gangguan abar.
BLB cukup lama sih, tapi lumayan, bonus 20an menit.
Tapi agak rugi juga BLB malam,ga liat apa-apa. Padahal di Cimekar ada ijo-ijo
Setelah sampai YK, ternyata 0445, bonus 10 menit dari jadwal. Kalo nggak BLB di Cimekar, bisa dapet kortingan 10 menit nih .....

Kamis, 29 Mei 2008

Angkatan Laut Republik Austria

Masih berhubungan dengan anggota parlemen, saya lupa dapat joke ini dari siapa.

Suatu hari, parlemen Indonesia mendapat kunjungan kerja dari Parlemen Austria. Mereka membicarakan rencana pembentukan Angkatan Laut Republik Austria.

Tiba-tiba ada seorang anggota DPR yang bertanya, "Apakah Republik Austria berada di tengah-tengah benua Eropa?"

Jawab delegasi Austria, "Ya, Anda benar"

Dengan sedikit kebingungan anggota DPR bertanya, "Kalau memang berada di tengah-tengah benua Eropa, mengapa negara Anda akan membentuk Angkatan Laut? Bukankah negara Anda tidak memiliki laut teritorial?"

Dengan tenang delegasi Austria menjawab, "Kebingungan Anda sama halnya dengan kebingungan kami, sewaktu mendengar parlemen anda akan membentuk Badan Kehormatan. Bukankah anda tidak memiliki kehormatan?"

Saya Masih Hidup!!!

Entah kenapa, semalaman aku teringat suatu joke yang pernah dimuat di Jawa Pos. Jokenya biasa sih, tapi buat yang merasa terkena, bakal terasa sakit sekali. Begini ceritanya:

Suatu hari, seorang anggota parlemen beserta para pendukungnya mengnjungi konstituennya yang berada di desa yang sangat terpencil dan aksesnya sangat sulit. Rombongan anggota parlemen berangkat dengan truk bak terbuka yang dikemudikan oleh salah seorang pendukungnya. Karena si sopir tidak menguasai medan, rombongan itu mengalami kecelakaan, truknya jatuh ke jurang. Semua anggota rombongan tewas seketika, kecuali anggota parlemen tersebut. Si anggota parlemen berteriak minta bantuan.

"Tolong!!! Saya masih hidup!!! Tolong saya!!! Saya anggota parlemen!!!"

Di saat yang sama, lewatlah seorang petani yang pulang dari ladangnya. Ia mendengar teriakan anggota parlemen dan berusaha mencari dari mana arah datangnya suara. Setelah menemukan asal suara, petani tersebut bukan berusaha menolong, tetapi malah mengambil cangkul dan menguburnya hidup-hidup.

Keesokan harinya petani tersebut ditangkap polisi dengan tuduhan pembunuhan. Saat menjalani interogasi polisi, petani tersebut menerima beberapa pertanyaan seperti biasanya.

"Kamu tahu siapa yang mengalami kecelakaan?" tanya penyidik

"Tahu Pak. Anggota parlemen," jawab petani dengan tenang

"Kamu tahu apa kamu lakukan?" tanya penyidik lagi

"Tahu Pak, saya menguburnya," jawab petani, masih dengan tenangnya.

"Kamu tahu, ketika kau kubur bapak anggota parlemen, beliau masih hidup. Dan menurut saksi, beliau berteriak 'Tolong!!! Saya masih hidup!!! Tolong saya!!! Saya anggota parlemen!!!' Kamu tahu itu?" tanya penyidik

Jawab petani, "tahu Pak."

Dengan setengah marah penyidik bertanya kepada petani itu, "Lantas, mengapa kau lakukan itu???"

Dengan tetap tenang, si petani menjawab, "Pak, saya sudah sekian kali dibohongi anggota parlemen, yang berjanji ini dan itu. Untuk kali ini saya tidak mau dibohongi lagi. Kemarin ngomongnya masih hidup, siapa tahu saya mau dibohongi lagi ...."

Selasa, 27 Mei 2008

Tipu - Tipu Part 2

Sebenernya sih lagi males posting sesuatu, tapi karena ada SMS, yang terbilang mengejutkan bagi sebagian orang (bagiku bukan hal yang aneh), jadilah aku tuliskan pemikiranku. Siapa tahu berguna, dan bisa mempersempit aksi pelaku.

Awalnya sih mau tanya temen, punya info lowongan kerja di bidang finance apa nggak, secara ada temen yang lagi butuh info itu. Pas mau SMS, ternyata ada SMS masuk dari nomor yang nggak dikenal, +62852470527. Isinya cukup mengejutkan, bagi yang nggak kuat iman.

Slamat!!!Anda m-dpt Hadiah Rp.55jt,Dalam Prog Undian TELKOMSELpoin PT.TELKOMSEL hub Call Centre: 081-316712967 Pengirim: 777

Begitu baca, seneng kagak ketawa iya. Nggak heran sih, ini udah kesekian kalinya dapat SMS yang kaya gini. Kalo nggak waspada, kena tipu deh .... Malah langsung dibecandain, kan yang dapat hadiah 55 juta si Slamet, awalnya aja "Slamet!!! Anda m-dpt hadiah Rp.55jt ...." Aku kan bukan Slamet, jadi bukan aku dong yang menang ....

Baru baca sepintas, langsung yakin ini nggak bener. Gimana mau bener, katanya pengirim 777, kok di atas yang muncul +6285214770527. Lagian kalo emang bener yang ngirim penyedia layanan, pasti identitas pengirim langsung muncul nama penyedia layanan, bukan nomor MSISDN. Kejanggalan berikutnya, masa call center nggak pakai nomor PSTN. Sejak kapan perusahaan sebesar Telkomsel menggunakan nomor seluler untuk call centrenya? Kalaupun bukan nomor PSTN, setidaknya ada short number 3 digit sebagai call centre. Tapi ini masih mendingan. Pernah ada SMS kaya ginian, ngakunya aku menang promo dari Telkomsel, tapi call centrenya ke nomor Indosat. Wah, arep ndobos kok ra temoto ....

Buat yang nggak waspada, pasti langsung seneng. Gimana nggak seneng, di jaman susah kaya gini dapat rejeki nomplok 55 juta perak. Setelah dipotong pajak dan tetek bengek lainnya, 35 juta masih dapet lah .... Lagian promo Telkomselpoin emang beneran ada, tapi nggak ngerti udah diundi apa belum.

Intinya sih cuma ngingetin aja, jangan sampai ada lagi yang tertipu sama hal yang ginian. Kalo emang gak yakin, mendingan tanya ke outlet penyedia layanan langsung, seperi Galeri Indosat, XL center, Grapari. Mendingan jadi malu di sana, daripada kehilangan duit banyak di jaman susah kaya gini. Lagian bisa malu sama tetangga sekampung kalo kena tipu modus lama kaya gini. Kali ini saya nggak bisa kena tipu, tapi yang lain, bisa jadi sudah ada yang kena ....

Kalau ada penipu yang baca postingan saya ini, mbok yao sampeyan insaf. Inget mas, mbak anda kasih makan suami/istri, anak, orang tua ataupun saudara, pake duit yang nggak bener, nggak akan pernah bawa berkah, yang ada malah petaka. Semoga sampeyan diberi petunjuk untuk kembali ke jalan yang benar .....

Salam Damai ......

Sabtu, 03 Mei 2008

Railfan = Orang Aneh???

Seperti biasa, setiap sabtu sore, kaum edan sepur selalu berkumpul di Dipo Lokomotif Bandung buat bertukar kabar soal dunia persepuran. Dan sebelum bubar, kali ini pada ngumpul dulu di kafenya Bagus, RailCafe, di Hall Stasiun Bandung.

Sambil nonton DVD kereta (bukan Kereta Hantu Manggarai), iseng-iseng buka shmessenger dari K618i. Tiba-tiba ada instant message masuk, menanyakan keberadaanku. Aku jawab saja lagi di stasiun, liatin kereta. Awalnya sih dia mengira, aku di stasiun karena frustrasi, pengen balik, tapi gak ada duit. Tapi begitu tau kalo hampir tiap minggu liatin kereta, hanya ada komentar singkat, dasar orang aneh ....

Memang, railfan masih dianggap sebagai orang yang aneh. Gimana nggak aneh, masa sepur kok dicintai. Di saat kereta telat datang, railfan malah seneng, dapet bonus naik kereta. Pas lagi suntuk, nongkrong di PJL, atau dengar semboyan 35, pikiran jadi jernih kembali. Yang lumayan gila, dan pernah kulakukan, one day trip BD - GMR - CN - GMR - BD. Orang lain bilang, ngabisin duit aja. Tapi bagiku, kesenangan tersendiri. Masih ada yang pengen kulakukan, foto pre wedding di dipo kereta, pemberkatan nikah di atas KLB Nusantara. Tapi kayaknya yang terakhir bakal keduluan orang deh ... secara Om Akhmad Sujadi sudah pasang woro-woro, kalau kereta Nusantara, Bali dan Toraja bisa disewa buat acara pernikahan.

Yah ... pengidap penyakit edan sepur memang aneh. Penyakitnya menular, tapi mudah ditangani. Penderita cukup dibawa ke stasiun, dipo atau PJL terdekat untuk pertolongan pertama. Setelah didiamkan beberapa lama, penderita tidak akan sembuh, malah semakin menjadi-jadi. Penderita yang dikumpulkan dalam satu tempat, akan saling menularkan edannya, dan semakin sulit untuk disembuhkan.

Anda berminat untuk edan sepur dan dianggap aneh buat lingkungan normal ???

semboyan 35 ................

Jumat, 02 Mei 2008

Berbagi di PJL 163 Bersama PPGKJ

Entah kenapa, udah 3 minggu ini aku males banget datang ke acara PP. Mungkin udah gak ada yang seumuran kali ... makanya kalau ngobrol dah nggak nyambung. Tau dah ... pokoknya males aja. Lagian aku juga sibuk dengan kerjaan yang super duper banyaknya.

Jumat ini, 020508, sebenernya juga males buat dateng. Tapi gak tau kenapa, ada sesuatu yang mendorongku buat ikutan acaranya. Yah, siapa tau aku nemuin sesuatu yang berharga. Meski terlambat, datang aja. Paling nggak, kalau memang nggak niat, udah ada plan B, beli tinta printer di BEC.

Tiba-tiba di depan Angela ketemu Nugroho cs, yang menyuruhku balik arah, buat gabung bersama tim mereka. Yah, dengan agak terpaksa, aku bergabung bersama mereka, sambil cari-cari kesempatan buat ngabur (evil mode on) ... hehehe.

Ooo ... ternyata kali ini kita diminta untuk berbagi kasih dengan sesama kita. Setelah berembuk, diputuskan kita akan membagikan sedikit berkat berupa makanan. Daripada pusing memikirkan makanan yang ada, langsung aja dipilih nasi goreng. Kali ini bukan yang di KONI, tapi yang di simpang jalan Jawa, deket Polwiltabes. Kali ini tim dibagi dua, satu mencari "sasaran", sisanya memesan nasi goreng.

Sembari menunggu makanan siap, aku sengaja cari posisi yang menghadap ke PJL 163, sapa tau ada kereta lewat. Bener juga, nggak berapa lama, ada CC 203/204, nggak gitu jelas, lokers ke arah Gedebage, bersiap menarik angkutan kurs peti kemas. Sebelumnya, KRP Patas juga lewat. Lumayan juga spot ini buat liat kereta, meski terhalang pagar katedral.

Nggak berapa lama, pesanan pun kelar, dan tim pencari sasaran pun bersiap membagikan makanan. Nggak disangka-sangaka, ternyata sasaran ada di dekat PJL 163. Semula, kita akan berbagi bersama homeless yang tinggal di pinggiran rel (asli, aku ngiri sama mereka, bia liat kereta lewat tiap hari). Dan yang biin kaget lagi, ternyata kita berbagi berkat bersama petugas PJL 163!!! Asli, ini benar-benar kejutan buatku. Kalau tau kita mau berbagi bersama mereka, langsung dah, aku nongkrong di PJL 163, sambil liat sepur yang lewat. Namanya juga railfan, daripada nongkrong di mal, lebih suka duduk di PJL, sambil nunggu kereta lewat.

Di PJL 163, kita juga sempat ngobrol tentang suka-duka jadi penjaga PJL, dan liatin kereta lewat. Ada beberapa sih yang lewat, Kahuripan, Lodaya Malam, KRD si Mandra. Dan yang terpenting, aku serasa dapat semangat baru. Mungkin karena udah seminggu nggak liat sepur, nggak dengar semboyan 35 kali .... Sayang nggak sempat (atau nggak perhatikan ya) kenalan dengan petugas PJL 163 ini. Yah ... lain kali kenalan deh pak .... Setelah dirasa cukup, kita kembali ke GKJB, buat meneruskan acara berikutnya. Sayang, padahal masih pengen berlama-lama di sana, nungguin angkutan kurs peti kemas dari Gedebage, dan dinasan kereta lainnya.

Setelah acara di GKJB kelar, akhirnya aku pulang, kembali melalui PJL 163. Ternyata masih dikasih bonus lagi, CC 201 lokers menuju Dipo Lokomotif BD. Wah lumayan juga nih. Sayangnya, di PJL 163 ada perempuan kurang waras yang nyaris bikin gara-gara. Ketika si 201 mau lewat, perempuan ini nggak mau beranjak dari sepur utara. Untungnya , ada orang yang mengusirnya dari sepur utara. Bisa dibayangkan, kalau perempuan ini tergilas besi seberat 75 ton ... kepala sama kakinya bakal terpisah ... pokoknya mirip yang digambarkan Kang Asep waktu ke Divre III.

Acara PP kali ini bener-bener bikin aku puas. Sebenarnya sih puas karena bisa lihat sepur .... Tapi ada yang lebih indah dari itu, ketika kita bisa berbagi, apalagi bersama petugas PJL, yang jadi petugas pengaman jalnanya kereta. Ketika ada PLH di PJL, mereka yang pertama kali dipersalahkan, padahal PLH terjadi bukan karena kesalahan petugas PJL. Pokoknya sukses buat sampeyan, selamat bekerja. Kalau ada waktu luang, saya mampir deh ke PJL 163 lagi....

Salam .........

Minggu, 20 April 2008

Preman Berdasi

Seperti biasa, habis gereja, ada satu ritual yang nggak boleh dilewatkan. Apalagi kalau bukan baca Benny & Mice di Kompas Minggu. Komik strip yang rajin nongol di Kompas Minggu cuma butuh waktu semenit buat melibasnya. Saatnya baca berita yang penting, agak penting dan tidak penting.

Di halaman depan kolom paling kanan bawah, ada berita yang tidak kalah konyolnya. Anggota DPR Sita Kamera Video. Setelah dibaca, ternyata seorang preman (baca: Anggota DPR yang katanya terhormat) dengan inisial JS merampas camcorder properti keamanan kompleks perkantoran Darma Bumi.

Perbuatan bodoh JS dimulai dengan mengendarai mobil melawan arus, memak-maki petugas keamanan dan akhirnya merampas camcorder tersebut. Akibatnya, petugas keamanan harus menanggung kerugian, karena kehilangan camcorder yang menjadi tanggung jawabnya.

Apa alasan JS merampas camcorder? Apa JS merasa aneh melihat camcorder terarah padanya. Jangan-jangan ia mengira camcorder sebagai senjata yang mematikan. Maklum aja lensanya diameter 30mm. Bandingin aja sama MP5 yang pakai pelor 9mm parabellum. Kalo 30mm, HE grenade kali .... (Kalau memang alasannya kaya gini, gaptek juga ya JS)

Hmm ... lagi-lagi rakyat kecil yang menanggung kerugian akibat perbuatan bodoh orang yang katanya terhormat. Selamat Pak Tumai (petugas Keamanan), Anda kini selevel dengan Slank. Punya masalah dengan anggota dewan, karena kebebalan anggota dewan sendiri. Kini, kalau anggota dewan memang membela rakyat kecil, berani nggak menindak rekannya yang berbuat kriminal, dengan merampas properti pihak lain? Jangan karena lawannya seorang petugas keamanan, yang notabene wong cilik, bisa diperlakukan semena-mena oleh wong licik.

Berandai-andai ada penyelesaian, mungkin ketika dimintai keterangan, apa ya jawab JS....
  1. Saya tidak melawan arus, hanya semua kendaraan melawan arah saya.
  2. Saya tidak merampas kamera, privasi saya hanya dilanggar
  3. Akan saya buat UU yang mengubah arah lalu lintas dan akan diberlakukan surut

Ah ... apapun penyelesaiannya, pasti nggak akan diumumkan. Tahu-tahu kasus ini pasti akan dilupakan masyarakat, dan perilaku anggota dewan yang katanya terhormat, tetep begitu saja. Banyak konyolnya, daripada yang bener.

Nggak heran kalau Gus Dur pernah ngomong, kalau anggota DPR mirip bocah TK. Dan kadang-kadang masih minta disuapi. Buat Pak Tumai, sing sabar wae ... mbuh tekan kapan. Eling Pak, sing waras ngalah wae. Maklum, mungsuhe sampeyan bocah cilik, isih seneng rebutan dolanan.

Atau jangan-jangan sudah kena post power syndrome??? Pemilu kan sebentar lagi ....

Salam Damai

Sepuluh Ribu Topan Badai, Tintin Ada Lagi!!!


Pas baca Kompas 200408, nggak sengaja lihat iklan Tintin. Bashi Bazouk!!! TINTIN TERBIT LAGI!!! Akhirnya niatan lengkapi koleksi Tintin bakal kesampaian juga. Maklum, dulu pengen koleksi, tapi apa daya, kantong tak mengijinkan. Setelah kini jadi ambtenaar, punya duit sendiri, niat punya koleksi Tintin komplit bisa kesampaian.

Sebelum Tintin terbitan Gramedia, udah kenal terbitan Indira. Tapi waktu itu belum gitu ngeh sama Tintin, cuma ngerti Tintin, Snowy,
Kapten Haddock, Thomson Bersaudara. Pokoknya waktu itu, bukunya lebar, kira-kira 22 x 32cm ukurannya. di jaman segitu, jangankan buat koleksi, bisa beli sebiji aja udah bersyukur. Terakhir kali, lihat Tintin terbitan Indira, di Gramedia Bintaro Plaza, masih dengan harga belum terjangkau.

Akhirnya, kenal juga Tintin terbitan Egmont. Satu volume, isinya tiga album. Harganya cukup mencekik leher, nyaris 200 ribuan per volume. Setelah kumpulin duit beberapa lama, terbelilah volume 1 dan 4. Lumayan, buat nambah koleksi yang lama. Sialnya, Tintin yang dirilis Egmont, udah gak ada lagi volume lain. Gak jadi deh koleksi Tintin sampe komplit. Cuma mimpi deh.....

Akhirnya, ada kesempatan juga setelag Gramedia menerbitkan Tintin. Memang sih ukurannya lebih kecil. Tapi kata orang bule sono, size doesn't matter. Pokoknya koleksi semuanya. Sekarang, udah bisa cari duit sendiri, ga ada yang bisa halangi buat koleksi Tintin

Slubberdegullions!!!! Ternyata sumber terjemahan Tintin sekarang beda dengan yang udah kukenal lewat Indira maupun Egmont. Kalau Indira, menggunakan terbitan Inggris, Gramedia pakai terbitan Prancis. Pantas saja, Snowy berganti menjadi Milo. Si kembar Thomson dan Thompson, menjadi Dupond dan Dupont. Profesor Cuthbert Calculus menjadi Lakmus. Billions of billious blue blistering barnacle!!! Kudu ngapalin lagi nih tokoh-tokohnya. Yang masih ditunggu sih kosakata dari Kapten Haddock. Apakah masih menggunakan bahasa yang pernah kukenal, atau lebih halus. Kayaknya harus lebih lama penasaran ... Haddock baru muncul di album Kepiting Bercapit Emas, album kesembilan.

Yah ... apapun yang terjadi, Tintin harus punya komplit .... Ditunggu sampai 24 volume ......

Salam Damai ..........

Selasa, 15 April 2008

TV jadi biang kerok (lagi)

Iseng-iseng buka kompas.com, nemu berita menarik, KPI Pusat Peringatkan TPI dan Indosiar. Hmm ... pas dibuka, ternyata soal reality show pencarian bakat

Emang sih kadang acaranya berlebihan. Malah jadi ajang saling menghina. Bisa dibilang, nyanyinya cuma lima menit, tapi komentarnya sejam.

Awalnya sih ga ambil pusing. Mau dilarang tayang, dibatasi, dipindah jamnya, sebodo amat. Lha emang nggak pernah ngikutin kok .... Tapi ada sesuatu yang bikin aku ketawa. Apalagi kalo bukan dasar teguran KPI Pusat.

Menurut KPI, penayangan acara tersebut yang dimulai pukul 1800 mengganggu ibadah shalat Maghrib yang dijalankan umat Islam. Yang bikin bingung, mengapa alasan yang dikemukakan KPI, berkaitan dengan ibadah? Bukankah soal ibadah kembali ke diri masing-masing. Kita mau beribadah, atau menonton itu acara itu kan terserah kita, suatu pilihan yang harus kita ambil. Anggap saja itu godaan. Kalau kita mau jujur, memang siaran TV yang kini sudah 24 jam, bisa mengganggu ibadah semua umat, bukan hanya pada jam tertentu saja. Soal stasiun televisi tidak menyediakan space untuk beribadah, no comment. Ini urusan dalam negeri stasiun bersangkutan.

Alasan kedua yang tidak kalah konyolnya, program ini juga mengganggu jam belajar anak-anak. Bukankah itu semua bergantung kepada orang tua yang bersangkutan. Kalo anaknya harus belajar, tapi orang tuanya malah nonton, terang aja mengganggu. Toh kalau anak belajar, TV dimatikan, masalah selesai. Wong itu TV gak salah kok, malah dijdaikan biang kerok.

Sekali lagi kaum cerdik bangsa ini menunjukkan kebebalannya dengan menyalahkan kotak ajaib bernama TV. Ingat, pilihan ada di tangan kita. Kita yang mengendalikan TV, bukan TV yang mengendalikan kita. Intinya, pengendalian diri.

Salam Damai

Minggu, 13 April 2008

Kode Penomoran Lokomotif PT KA

Iseng-iseng buka arsip milis IRPS dan keretapi, nemu thread yang menanyakan soal kode lokomotif. Daripada besok-besok susah carinya kalo butuh, mendingan dipost di sini. Lagian kalo ada yang perlu kan bisa cek di sini

Lokomotif biasanya memiliki nomor seri XX YYY ZZZ. XX dengan huruf, YYY dan ZZZ dengan angka. Sebenernya apa sih maksudnya?

Kode huruf XX menunjukkan berapa jumlah as roda penggerak
B = 2
C = 3
D = 4
E = 5
F = 6
Kalau ada 2 huruf, misal BB, CC, DD, artinya lokomotif memiliki 2 set penggerak, yang masing-masing punya 2, 3, atau 4.

Kode angka YYY menjelaskan tipe lokomotifnya. Apakah itu lokomotif uap, Diesel elektrik, atau diesel hidrolik.
nomor antara 10-49 : lokomotif uap tanpa tender
nomor antara 50-99 : lok uap dengan tender
nomor antara 200-299 : lok diesel elektrik
nomor antara 300-399 : lok diesel hidrolik

untuk angka ZZZ adalah nomor lok tersebut. Dimulai dari 1, sampai nomor terakhir lok kelas tersebut yang ada.

Contohnya CC 200 15, lok ini memiliki 2 set as penggerak yang masing-masing punya 3 as; memiliki transmisi diesel elektrik; tipe pertama di kelasnya; nomor urut 15 di armada CC 200

Terkadang di belakang nomor seri ada huruf R. Ini menandakan lok tersebut sudah pernah mengalami retrofit repowering. Contoh CC 201 136R

Kalau ada kesalahan mohon dikoreksi, terima kasih

Sabtu, 12 April 2008

Diturunkan dari Pesawat

Seperti biasa, tiap pagi selalu buka Jawa Pos Online. Lumayan bisa dapet berita dari kampung lewat Radar Jogjanya. Tapi hari ini aku dapet berita yang cukup menggelikan. Seorang penumpang diturunkan dari Mandala karena ngotot menggunakan HP

Hmm ... aksi pilot cukup tepat. Dengan alasan safety, lebih baik penumpang yang ngeyel diturunkan daripada mempertaruhkan seisi pesawat. Tapi bukan ini yang pertama kali terlintas dipikiranku

Hal yang pertama kali terlintas malah adegan film Warkop (judulnya lupa) yang mana seorang penumpang dilempar keluar karena bikin ribut di pesawat yang disewa Dono dan Madona. Padahal yang bikin keributan si ayam Dono. Asli, ngakak gw kalo liat itu film lagi. Padahal itu pelem dah berapa kali diputer.

Gak bisa dibayangkan kalo si penumpang diturunkan a la warkop, dibuang di udara. Seru kali ....

Sabtu, 29 Maret 2008

Resensi Ayat Ayat Cinta a la Railfan

Hmm ... akhir-akhir ini "Ayat Ayat Cinta" lagi booming. Di mana-mana pada ngomongin ntu pelem. Bahkan RI 1 dan 2 juga ikutan nonton. Bikin penasaran juga itu pelem, apa sih hebatnya, sampe sampe (katanya) ditonton lebih 2 juta penoton, belum termasuk yang nonton lewat versi bajakannya.

Biar gak penasaran, iseng-iseng tanya sama yang udah nonton AAC, katanya sih bagus. Kebetulan di kantor ada anak magang yang mau nonton tuh pelem. Langsung aja aku minta puter dikit dia punya monitor, biar aku bisa ikut ngeliat.

Gak tau kenapa, kok langsung nemuin yang menarik di AAC, pas adegan si lelaki (gak ngerti sapa namanya) di gerbong kereta. Katanya sih settingnya di Mesir (bener gitu di negeri Firaun?), tapi kok keretanya KRL Jabotabek (kalo gak salah Tokyu 6000). Usut punya usut, dapet juga behind the scene nya. Ternyata itu adegan bener-bener pake KRL Jabotabek, dan scene takingnya di MRI (kalo ga salah denger). Alih-alih dapet kereta luar negeri, dapetnya KRL Jabotabek yang dipermak seolah-olah di Timur Tengah. Begitu ganti adegan, langsung dah gak ada nafsu buat nonton. Habisnya adegan di kereta miskin banget.

Mendingan nonton Warkop. Masih bisa liat CC 201 26 livery hijau kuning narik kereta K3 (kalo nggak salah) livery merah putih, kaya si belo kuda troya. Bener-bener keliatan gagah itu kereta. Kalo memang bener K3, ga tau kenapa kok kelihatan bersih. Apa mungkin tahun 80an orang masih peduli sama kereta? AAC apaan, cuma keliatan dalemnya doang. Gak keliatan bodi luarnya. Lagian paling lama cuma sekitar 5 menit aja.

Mungkin gak level kalo AAC dibandingin sama komedi slapstick ala Warkop DKI. Kalo dibandingin sama Daun di Atas Bantal, masih jauh. Bagusan DdAB, ada pesan moralnya. Cukup jelas pesannya, jangan naik di atap kereta, kalau tidak ingin mati konyol. AAC adanya ribut-ribut di dalam kereta.

Sama "Raja Jin" buatan tahun 70an, tetep masih menang jauh. Kehidupan seorang petugas PJL yang dibumbui sedikit humor. Si petugas yang dipecat, karena menutup pintu tanpa ada perintah dari stasiun tapi desakan pemilik warung di sebelah PJL yang dijaganya, di akhir cerita menyelamatkan rangkaian kereta dari PLH akibat relnya menggantung. Raja Jin berlari di tengah hujan sambil membawa lampu hansin yang menunjukkan semboyan 3. Aksi heroik yang menyebabkan Raja Jin diangkat kembali jadi petugas PJL.

Pesaing lain, ada "Kereta Api Terakhir" yang menggunakan lok D52 dan 2 buah gerbong CR. Belum pernah liat sih, tapi katanya menggambarkan hijrahnya Divisi Siliwangi ke Jawa Tengah. Bahkan sampai tahun 90-an masih ada KLB napak tilas dengan D52. Pokoknya AAC ga ada artinya

Tapi yang jadi masterpiece pelem sepur bagiku ya Tragedi Bintaro. PLH terbesar sepanjang sejarah perkeretaapian Indonesia yang terjadi 19 Oktober 2007 antara KA 220 dan KA 225 digambarkan sangat detil, sampe adegan adu lok, korban yang kepala sama kakinya pisah. Pokoknya serem dah. Gak kebayang kalo liat aslinya .... Ini masuk list wajib ditonton railfan. AAC gak masuk list dah ....

Kalo yang versi luar negeri, bisa cek di Undersiege 2: Dark Territory punya Steven Seagal. Kan endingnya PLH di BH antara sepurnya si Casey Ryback dan KA Ketel. Tapi PLH yang ini ngibul alias fiktif. Sepurnya sih bagus, tapi yang ditonjolin cuma aksi berantemnya doang.

Sebenernya sih masih ada pelem lain yang ada sepurnya, tapi terlalu banyak kalau mau disebutin satu per satu. Contoh, Money Train, Death Train. Dan kalo disebutin semua, kasihan AAC, adegan di sepurnya dikit, dibandingin sama pelem yang adegannya di kereta melulu

Yah, beginilah resensi film versi railfan. Yang diresensi bukan ceritanya, tapi sepur apa yang ada di sana, di stasiun mana. Buat yang suka AAC, ga usah sakit hati. Namanya juga main-main. Gak perlu dipikir serius ....

Salam Sepur

Minggu, 23 Maret 2008

Pesawat vs Sepur

Sembari menunggu keberangkatan KA 78 dari BD menuju SLO, bersama seorang railfan sedikit berbincang mengenai penutupan sebuah maskapai penerbangan. Setelah ngobrol ngalor ngidul yang nggak jelas juntrungannya, akhirnya kita sepakat kalau sepur lebih hebat dari montor muluk. Hal ini terbukti dari :

  1. Sepur punya suling, alias semboyan 35
  2. Buntut sepur punya sekip semboyan 21
  3. Bisa cabriding (pake T-23 legal dilakukan). Kalo di pesawat bisa disangka pembajak
  4. Bisa beli tiket suplisi di atas kereta
  5. Bisa Side Riding / Backriding
  6. Kalo mogok pas perjalanan, nggak perlu takut, pasti dipanggilkan lokpen. Kalo pesawat mogok pas perjalanan, sport jantung
  7. Kalo sepur kita telat sampai tujuan, makin seneng. Pesawat kita telat sampai tujuan, jangan-jangan ....
  8. Bisa sambil wisata kuliner di perjalanan
  9. Kalo sepur lewat, presiden aja ngalah
  10. Bisa liat yang ijo-ijo dari dekat.
  11. ....... (bisa ditambahkan)

Nggak usah dipikir serius, namanya saja wong edan sepur nggak ada kerjaan, obrolannya juga seputar sepur yang paling hebat dibanding kendaraan lainnya. Yang nganggap lucu, tertawalah sebelum tertawa itu dilarang. Yang nggak suka, nggak maksa untuk suka.

Salam Sepur ....

Jumat, 14 Maret 2008

Pelayanan: Tantangan atau Kesempatan

Beberapa waktu lalu, ada SMS masuk ke nomerku. Isinya cukup singkat (lah namanya aja Short Message Service, pasti singkat lah.) "Bro, lo mau ga gabung di pelayananku? Balas!!!"

Hmm, suatu pilihan yang sangat sulit bagiku. Padahal tinggal jawab ya atau tidak. Jawaban apapun yang akan aku berikan, nantinya akan aku pertanggungjawabkan di depan Sang Pemberi Hidup. Ah ... aku harus segera mengambil keputusan.

Aku melihat ini sebagai suatu kesempatan untuk menggunakan talenta yang telah Ia berikan. Apakah aku dapat bertanggung jawab terhadap talenta yang Ia berikan, mendapatkan untung, atau hanya aku simpan rapat-rapat saja. Memang, aku menyadari, kalau Ia telah memberikan bermacam-macam berkat bagiku. Dan mungkin, apa yang ada di genggamanku, adalah yang diimpikan oleh orang lain. Aku melihat, pelayanan ini adalah satu cara untuk berbagi berkat bersama mereka.

Di sisi lain, aku melihat pelayanan ini sebagai suatu tantangan. Aku masih teringat, ketika aku dikecewakan oleh rekan-rekan sepelayanan. Masih terasa sakitnya sampai sekarang. Suatu tantangan yang cukup berat, karena aku harus terjun di pelayanan yang tidak jauh berbeda dengan apa yang aku alami dulu. Singkatnya, kemungkinan aku akan kembali kecewa, sangat besar.

Inilah tantangan, di mana aku harus menyangkal diriku sendiri, menghilangkan semua egoku dalam melayani Dia. Memang, dalam pelayanan, kita pasti (sering malah) dikecewakan oleh orang-orang di sekitar kita. Bahkan yang paling sering mengecewakan kita adalah rekan-rekan sepelayanan kita. Kalau kita masih memegang erat-erat ego kita, pastilah akan merasa kecewa, dan lebih baik undur diri. Tapi kalau kita mau all out dalam pelayanan, tinggalkan ego kita.

Memang sih ngomong aja gampang, melakukannya itu yang susah. Kalo orang Jawa bilang, itu jarkoni, iso ujar ora iso nglakoni. Buktinya, aku sempat undur dari pelayanan karena perasaan kecewa. Belum pulih sakit hatiku, aku harus terjun kembali di pelayanan yang tidak jauh berbeda. Kalau masih ingat yang dulu, rasanya malas untuk kembali ikut serta di pelayanan.

Ah .... Akhirnya aku mengambil keputusan untuk mengambil kesempatan untuk melayani. Sekaligus menghadapi tantangan untuk berani meninggalkan masa lalu yang penuh dengan kekecewaan di pelayanan sebelumnya dan sanggup untuk menyangkal diri. Aku jawab SMS temanku dengan 2 huruf, YA ....

May God 'Elp All Of Us ....

Nyeberang Jalan

Sepulang PD di gereja, seperti biasa aku pulang lewat Jalan Merdeka, Braga Weg, Homan dan Pangarang. Sepanjang perjalanan, ga ada yang istimewa. Jalan Merdeka dengan trotoar yang sepi, Braga Weg yang hidup di waktu malam, Homan yang gelap dan Pangarang yang rame jualan makanan.

Cuma ada satu hal yang menarik. Di zebra cross ujung Braga Weg dengan Asia Afrika, menyeberanglah aku bersama seorang bule dan pasangannya, kayaknya guidenya. Si mister ini nyeberang jalan yang rame sambil menghentikan mobil yang lewat a la Terminator (emang terminator nyegat mobil????) Dan semua mobil berhenti atas perintah sang mister. Walhasil si mister ini berhasil nyeberang dengan selamat.

Salut gw sama mister yang satu ini. Bukan masalah nyeberang di jalan Asia Afrika yang rame, tapi dengan aksinya menghentikan kendaraan yang lewat. Mbok sampeyan eling to mister, sampeyan itu lagi ada di mana .... Kalo di negeri sampeyan, sampeyan mau nyeberang jalan, mobil pada ngalah, lah kalo di sini, udah jatahnya nyeberang masih diserobot sama mobil.

Pesan buat mister, eling sama pepatah "While in Rome, Do as the Romans Do" Tapi jangan semua ditiru mister. Berhubung lalu lintas di sini semrawut, jangan ikut-ikutan semrawut. Banyak orang nggak tertib, jangan diikuti. Berbuat sewajarnya aja mister. Kalo mau nyeberang, nunggu agak sepi dulu, baru nyeberang. Daripada sampeyan disumpahi sama orang Indonesia yang (katanya) ramah itu.

Pokoknya, Selamat Datang di Indonesia deh mister, jangan kapok ya datang ke negeri ini ....